Senin, 23 November 2020

Ksatria Udara Era Perang Dingin, Pesawat Tempur Multi Peran / Multi Role Fighter - Mikoyan MiG-29 (Fulcrum)



Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 23 November 2020

MiG-29 dirancang untuk dapat memenuhi persyaratan yang diajukan oleh Angkatan Udara Uni Soviet untuk pengadaan pesawat tempur multi-peran yang ringan. Pesawat ini merupakan jawaban Uni Soviet terhadap kemunculan pesawat tempur multi-peran F-16 Amerika. Dengan kemampuan manuvernya yang menakjubkan, MiG-29 telah membangun kembali reputasi Uni Soviet sebagai produsen pesawat tempur yang andal. 

Pesawat tempur ini dikenal di Barat dengan kode panggilan (call sign)  “Fulcrum”. Pesawat MiG-29 dibuat dalam jumlah besar, sekitar 1.600 unit pesawat tempur jenis ini telah diproduksi. Sebagian besar (sekitar 900 unit) diekspor. Setelah Rusia, Ukraina adalah pengguna terbesar berikutnya dengan enam resimen (termasuk varian Fulcrum-C). 


Operator lainnya adalah Belarus, Bulgaria, Kuba, Eritrea, Jerman, Hongaria, India, Iran, Irak, Kazakhstan, Korea Utara, Malaysia, Peru, Polandia, Rumania, Slovakia, Suriah, Turkmenistan, Uzbekistan dan Yugoslavia. MiG-29 berperan terutama sebagai pesawat tempur pertahanan udara atau superioritas udara. Semua negara pengguna juga memiliki varian pesawat yang dikonversi menjadi dua kursi, MiG-29UB.

Pesawat ini menggabungkan rancang bangun aerodinamis canggih, MiG-29 juga diperkuat dengan radar N-019 pulse-Doppler (kode identifikasi dari NATO, Slot Back) sebagai sensor utamanya. Radar ini menggunakan sistem pelacakan infra merah untuk pelacakan target secara pasif.


Purwarupa MiG-29 varian awal, yaitu 9-12 berhasil terbang perdana pada tahun 1977, dan pesawat ini mulai ditempatkan pada garda terdepan pertahanan udara pada tahun 1986, menggantikan posisi MiG-23 yang dirasa sudah mulai menua dan performanya dianggap kurang mampu meladeni pesawat garis depan NATO. Pesawat MiG-29 memikul peran ganda, yaitu sebagai pesawat superioritas udara dan serangan darat. Resimen tempur juga mendapat tugas taktis penting, yaitu melakukan serangan nuklir taktis dengan bom nuklir 30 kT RN-40.

MiG-29 varian awal telah membuktikan dirinya sebagai pesawat tempur jarak dekat yang tangguh. Pilot dilengkapi dengan sistem pembidik yang dipasang di helm untuk mengarahkan rudal ke target off-boresight. Rudal R-73 yang sangat lincah tetap dipandang sebagai senjata udara-ke-udara pertempuran jarak dekat terbaik. 


Namun, senjata utama MiG-29 sebenarnya adalah rudal BVR, R-27 (kode identifikasi NATO, AA-10 Alamo) yang performanya boleh dibilang menyedihkan. Selain akurasinya rendah, rudal ini juga mudah sekali “ditipu” dengan sistem countermeasure (pengecoh) yang ada saat itu. Selain itu, mesin RD-33 yang  menjadi dapur pacunya ternyata juga tidak menunjukkan performa yang maksimal karena kurangnya perawatan. Diluar itu semua, ternyata pesawat MiG-29 ini memiliki kekurangan yang sangat fundamental, yaitu radius tempurnya ternyata sangat pendek, serta daya tahannya kurang. Berbagai kekurangan ini lalu dicoba diperbaiki dengan dimunculkannya varian 9-13. 

NATO memberi kode untuk varian modernisasi ini sebagai Fulcrum-C. Varian ini mudah dibedakan dengan varian sebelumnya, karena bentuk bagian belakang yang menonjol dan diperpanjang, yang berfungsi untuk menampung bahan bakar dan avionic tambahan, termasuk jammer aktif. Varian ini lalu diberi julukan “Gorbatov” (artinya si bungkuk),


Untuk mengatasi kekurangan MiG-29 varian awal, biro desain lalu mengembangkan dua varian yang ditingkatkan secara radikal. Baik MiG-29M dan MiG-29K angkatan laut menjadi korban pemotongan pengeluaran yang sengit setelah Perang Dingin dan pengembangan lebih lanjut varian ini dihentikan. MiG MAPO memilih untuk mengejar program peningkatan yang lebih terbatas untuk aplikasi yang lebih langsung ke Rusia dan mengekspor MiG-29 versi dasar.

Upgrade MiG-29S diterapkan pada 9-13 MiG-29 Rusia dalam jumlah terbatas, tahap pertama berupa penambahan tangki bahan bakar underwing. Masih belum jelas apakah perbaikan bertahap diterapkan. Ini termasuk penggandaan muatan tempur, ketentuan untuk pengisian bahan bakar dalam penerbangan dan radar Topaz NO19MP yang ditingkatkan dengan kemampuan keterlibatan target ganda secara simultan. 


Radar akan memberikan kompatibilitas dengan R-77 di luar jangkauan visual rudal udara-ke-udara. Fitur-fitur tersebut kemudian ditawarkan untuk ekspor MiG-29, bersama dengan peralatan navigasi dan komunikasi Barat serta probe pengisian bahan bakar dalam penerbangan yang dapat ditarik dengan baut.

Ekspor standar MiG-29S dikenal sebagai MiG-29SD untuk 9-12 badan pesawat dan sebagai MiG-29SE jika didasarkan pada badan pesawat 9-13. MiG-29N Malaysia secara efektif adalah MiG-29SD. Sementara versi ini dipasarkan sebagai pesawat tempur superioritas udara, MiG-29SM menekankan kemampuan multi-perannya dengan senjata udara-ke-permukaan yang dipandu TV dan laser.


Sambil menunggu produksi pesawat tempur generasi kelima, angkatan udara Rusia meningkatkan lebih dari 150 unit 9-13 MiG-29 menjadi standar yang sebanding dengan MiG-29SMT (9-17); Purwarupa standar penuh pertama ini terbang pada tahun 1998. Peningkatan tersebut direncanakan untuk menyertakan radar N-019ME atau MP, kokpit kaca modern, kapasitas bahan bakar internal yang lebih besar, mesin RD-43, kemudahan servis, penambahan sistem IFR, dan kemampuan membawa muatan persenjataan yang lebih banyak; tidak semua fitur yang disebutkan direncanakan untuk digabungkan dalam tahap pertama peningkatan.

MiG-29K adalah pesawat tempur multi-peran yang berbasis pada kapal induk. Varian ini mulai beroperasi dengan Angkatan Laut Rusia pada tahun 2013 bersama dengan pesawat latih konversi dua kursi MiG-29KUB. Varian ini dioperasikan dari kapal induk Kuznetsov Rusia.


Beberapa waktu lalu India memperoleh dari Rusia sebuah bekas kapal induk ringan Admiral Gorshkov, tetapi dalam bentuk yang dimodifikasi dan ditingkatkan. Pada tahun 2004 sebuah perjanjian ditandatangani untuk mereparasi kapal Rusia ini dan menjualnya ke India. Kesepakatan ini juga termasuk 12 unit pesawat tempur MiG-29K dan 4 unit pesawat latih konversi MiG-29KUB. Pada tahun 2010 India memesan tambahan 29 unit MiG-29K. MiG-29K mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut India pada tahun yang sama. Pada tahun 2014, kapal induk yang dipasang kembali ditugaskan oleh Angkatan Laut India sebagai INS Vikramaditya.

Penerus MiG-29 adalah MiG-35 (Fulcrum-F). Pesawat tempur multi-peran ini melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 2007. Ia memiliki mesin yang lebih kuat, radar baru, dan avionik baru. Padahal MiG-35 tidak menerima pesanan produksi yang signifikan dari luar negeri (paling tidak untuk saat ini).


Spesifikasi Pesawat Tempur Multi Peran / Multi Role Fighter - Mikoyan MiG-29 (Fulcrum)


Asal Negara: Uni Soviet
Operasional aktif: 1986
Awak: 1 orang
Dimensi dan berat
Panjang: 17,32 m
Rentang sayap: 11,36 m
Tinggi: 4,73 m
Berat (kosong): 10.9 ton
Berat (lepas landas maksimum): 18,5 ton

Mesin dan performa
Mesin: 2 x Klimov RD-33 turbofan

Daya dorong mesin
(Tanpa / Dengan afterburning): 2 x 49,42 / 81,39 kN

Kecepatan maksimum: 2.445 km/jam
Elevasi operasional maksimum: 17 km
Jarak jelajah feri: 2.100 km
Jarak jelajah: 1.500 km

Persenjataan
Meriam: 1 x GSh-301 meriam kaliber 30mm
Rudal: 2 x R-27R / R1 atau R-27T / T1 dan 4 x R-60 / 60M atau R-73RM2D rudal udara-ke-udara

Artikel oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military-today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Rusia
#Pesawat_Tempur
_Pesawat_Tempur_Multi_Peran

Minggu, 22 November 2020

Senapan Serbu / Assault Rifle - IMBEL IA2


Senapan Serbu/Assault Rifle Imbel IA2
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Minggu, 22 November 2020

Senapan serbu IA2 dirancang oleh perusahaan IMBEL dari Brazil. IMBEL atau Industria de Material Belico do Brasil adalah perusahaan pertahanan milik negara. Pengembangan senjata ini dimulai pada tahun 2008. Pada saat itu sudah jelas bahwa senapan serbu IMBEL MD-97 sebelumnya tidak dapat memenuhi persyaratan dasar Angkatan Darat Brasil dan menggantikan FN-FAL. 

Senapan Serbu/Assault Rifle Imbel IA2
militerbanget.blogspot.com

Awalnya IMBEL mencoba untuk memodifikasi dan memodernisasi senapan serbu MD-97. Namun ternyata hal ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat Brasil. Jadi, senapan serbu yang benar-benar baru harus dikembangkan. IA2 adalah evolusi dari FN FAL, yang diproduksi dengan lisensi oleh IMBEL sejak pertengahan 1960-an. Awalnya senapan ini disebut sebagai MD-97 Mk.II. 

Senapan Serbu/Assault Rifle Imbel IA2
militerbanget.blogspot.com

Senapan serbu ini pertama kali diungkapkan secara terbuka pada tahun 2010. Pengujian oleh Angkatan Darat Brasil segera dimulai. Pada tahun 2012, pesanan awal untuk 1.500 pucuk senapan serbu ini dikeluarkan oleh pemerintah Brazil. Senapan serbu ini didistribusikan di antara semua cabang angkatan bersenjata Brasil, termasuk angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan brigade operasi khusus. Senjata ini juga diadopsi oleh Polisi Militer Brasil dan beberapa pasukan penegak hukum. 

Senapan Serbu/Assault Rifle Imbel IA2
militerbanget.blogspot.com

Beberapa sumber melaporkan bahwa pada tahun 2013 Tentara Brasil memesan 20.000 pucuk senapan serbu ini. Senapan serbu IA2 saat ini terus diproduksi untuk menggantikan posisi FAL, M16A2 dan HK33 yang sudah mulai menua, yang saat ini masih dioperasikan dalam militer Brasil.

Senapan Serbu/Assault Rifle Imbel IA2
militerbanget.blogspot.com

Senapan serbu IMBEL IA2 varian awal dilengkapi dengan peluru Remington kaliber 5,56 x 45mm. Ini adalah amunisi standar NATO. Ada juga varian yang menggunakan amunisi 7,62x51 mm, yang juga standar dengan anggota AS dan NATO. Meski varian yang menggunakan amunisi 5,56mm dan 7,62mm terlihat mirip, padahal kedua varian ini adalah dua senjata berbeda dengan mekanisme internal yang juga berbeda.

Senapan Serbu/Assault Rifle Imbel IA2
militerbanget.blogspot.com

IMBEL IA2 sedikit banyak mengadopsi mekanisme operasi FN FAL. Secara umum, senjata adalah senjata dengan mekanisme gas-operated. Varian awal senjata ini memiliki panjang laras 17,7 "(440 mm). Ini adalah senapan serbu dengan selective fire power dengan mode penembakan semi-otomatis dan full-otomatis. Tuas pengokang  non-reciprocating (tidak bergerak maju mundur saat senjata ditembakkan) diposisikan di sisi kiri receiver.

IA2 memanfaatkan material polimer secara ekstensif. Secara signifikan bobotnya lebih ringan daripada FN FAL. Senapan serbu ini juga lebih ergonomis daripada FN FAL, dan juga menerapkan fitur popor lipat.

IMBEL IA2 menggunakan magasen dengan kapasitas 30 peluru. Senapan serbu ini juga dapat mengadopsi semua magasen STANAG standar, seperti magasen dari senapan serbu M16.

IMBEL IA2 memiliki sistem pembidik dari besi, mirip dengan yang dimiliki oleh FN FAL. Pembidik belakang flip-up dapat disesuaikan dalam 2 posisi, untuk jarak tembak 150 dan 300 meter. Senapan serbu ini juga memiliki fitur rel Picatinny yang menyatu dan dapat dipasang dengan berbagai optik, red-dot atau pembidik holografik. Jarak tembak efektif dapat meningkat hingga 600 m dengan berbagai tambahan alat bidik tersebut.

Berbagai macam peralatan tambahan dapat dipasang ke pegangan depan, seperti peluncur granat M203, senter taktis, laser, pegangan depan tambahan, bipod, dan sebagainya. IA2 juga bisa dipasang dengan pisau-bayonet yang bisa dilepas. Peredam kilatan cahaya (flash hider) dapat digunakan juga untuk meluncurkan granat senapan.

Senapan Serbu/Assault Rifle Imbel IA2
militerbanget.blogspot.com

Varian


Imbel IA2
Varian ini adalah senapan serbu varian dasar yang dijelaskan dalam artikel ini. Varian ini menggunakan amunisi kaliber 5,56 mm dan memiliki panjang laras 17,7 "(440 mm).

Imbel IA2 Carbine
Ini adalah varian yang dimensinya lebih pendek dari senapan serbu, karena menggunakan laras yang lebih pendek. Varian ini menggunakan amunisi kaliber 5,56mm dan memiliki panjang laras 14,5 "(370mm).
Imbel IA2 CQC

Varian Senapan Serbu Kompak
Varian ini adalah senapan serbu kompak untuk tugas-tugas khusus (seperti pertempuran jarak pendek dan dalam ruang yang sempit). Varian ini dilengkapi dengan bilik untuk amunisi kaliber 5,56mm dan memiliki panjang laras 10,3 "(260 mm).

Imbel IA2 Heavy Barrel
Varian ini menggunakan amunisi 7,62x51mm dan memiliki panjang laras 17,7 "(440 mm). Nyatanya, ini adalah konversi pabrik dari senapan jenis FN FAL yang lebih tua. Senapan serbu ini memiliki beberapa perbedaan dari versi bilik untuk peluru 5,56 mm. Ini memiliki popor kerangka besi yang berbeda, menggunakan magasen berbentuk kotak degan kapasitas 20 peluru dan memiliki flash hider yang lebih panjang, Varian ini menggunakan magasen FN FAL standar.

Senapan Sniper IA2 
Varian ini adalah senapan penembak jitu taktis, menggunakan amunisi 7,62x51mm. Pada dasarnya varian ini mirip dengan senapan serbu IA2, dilengkapi dengan amunisi 7,62 mm, tetapi memiliki laras yang lebih panjang, yaitu 20" (510 mm), dilengkapi dengan scope, bipod, dan memiliki popor berbeda dan ada fitur sandaran (bantalan) untuk pipi.

Senapan Serbu/Assault Rifle Imbel IA2
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Senapan Serbu / Assault Rifle - IMBEL IA2


Negara Asal: Brazil
Kaliber: 5,56x45 mm
Berat (kosong): 3,2 - 3,7 kg
Panjang: 939 mm
Panjang (dengan popor terlipat): Belum diketahui
Panjang laras: 440 mm
Vo meninggalkan laras: 850 - 900 m / dtk
Kecepatan tembak maksimum: 650 - 750 rpm
Kecepatan tembak terkontrol: 40 - 100 rpm
Kapasitas magasen: 30 peluru
Rentang bidik efektif: 150, 300 m
Jarak tembak efektif: 600 m

Artikel oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military-today.com
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Sabtu, 21 November 2020

Jawara Perang Teluk 1 - Tank Tempur Utama / Main Battle Tank - Challenger 1


Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Challenger 1
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang, Banten, Sabtu, 21 November 2020

Tank ini pada awalnya diproduksi oleh  "Royal Ordnance Factories" (ROF). ROF dikenal sebagai pabrik persenjataan resmi milik kerajaan Inggris. Pada tahun 1986 kepemilikan pabrik ROF (dan juga produksi Challenger) diakuisisi oleh perusahaan sistem pertahanan "Vickers Defence Systems"., Challenger 1 (atau sering disebut sebagai “CR 1”) adalah hasil terakhir dari perkembangan MBT Inggris mulai dari MBT Centurion sampai dengan MBT Chieftain. 

(Baca juga artikel tentang MBT Centurion, disini)

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Challenger 1
militerbanget.blogspot.com

Dasar dari design CR 1 adalah MBT Shir 2, yaitu varian Chieftain yang telah dimodernisasi, dirancang sebagai proyek ekspor bagi angkatan bersenjata Shah Iran, tapi diterima oleh AD Inggris dengan nama "Challenger". 

Tank ini dirancang menggunakan sistem proteksi baru berupa Chobham composite armour dan cast and rolled steel, tujuannya adalah menitikberatkan pada peningkatan proteksi dan daya tembak, bukan pada mobilitasnya. Tank tempur utama Challenger 1 memiliki persenjataan utama berupa meriam kaliber 120mm buatan Royal Ordnance, dipasang thermal sleeve, fume extractor, dan muzzle brake. 

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Challenger 1
militerbanget.blogspot.com

Selain itu, tank ini juga dilengkapi dengan persenjataan sekunder sepasang senapan mesin kaliber 7,62mm, salah satunya dipasang koaksial dengan meriam. Seluruh persenjataan ini dioperasikan oleh tiga orang kru pada turret, yaitu komandan, penembak, dan juru meriam, sedangkan juru mudi berada pada compartment yang berbeda. Dengan modernisasi pada peralatan digital and optical range finding dan fire control terbaru. Secara umum, tank ini memiliki performa yang diunggulkan pada era itu. 

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Challenger 1
militerbanget.blogspot.com

Dapur pacu MBT Challenger 1 adalah mesin Rolls Royce CV12, yang mampu menghela tank ini dengan kecepatan tertinggi 57 km/jam dan jarak jelajah efektif 450km. Tiga varian berbeda lalu dikembangkan, dipasang sistem terbaru agar tetap menjadi salah satu tank yang paling diandalkan di dunia.

Pada bulan September 1978, MOD memesan kepada ROF Leed sebanyak 243 unit tank Challenger 1. Empat tahun kemudian pada bulan Desember 1982, MBT ini diterima oleh General Staff, dan saat itu masih terus diproduksi. Pesanan pertama cukup untuk membentuk empat resimen tank, dan pada bulan Juli 1984 ada tambahan pesanan 64 unit untuk resimen kelima. 

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Challenger 1
militerbanget.blogspot.com

Pada tahun 1986, ROF Leeds dibeli oleh Vickers Defence Systems lalu membangun pabrik baru di Leeds, identik dengan pabrik di Newcastle. Pabrik baru ini beroperasi pada akhir 1987 saat menerima pesanan tambahan lagi sebanyak 76 CR1 dari MOD. CR 1 terakhir dikirim pada pertengahan 1990-an dan 10 tahun kemudian CR 1 terakhir dipensiunkan dari AD Inggris (akhir tahun 2000). Posisi tank ini lalu diisi oleh MBT Challenger 2. Lalu pada bulan Maret 1999 disetujui untuk menjual 288 unit CR 1 yang telah dimodifikasi dan dimodernisasi kepada militer Yordania (Challenger 1 modifikasi dan modernisasi ini lalu diberi nama Al Hussein).

Ada dua varian CR 1 dibuat yaitu Challenger Training Tank (17 unit) dan Challenger Armoured Repair and Recovery Vehicle/CR ARRV (30 unit).

Varian CR 1 mendemontrasikan kemampuannya dengan menghasilkan rekor tempur paling sukses saat Perang Teluk I. Terlibat aktif saat Operasi "Desert Storm" dengan menghancurkan sekitar 300 MBT Irak tanpa kehilangan satupun Challenger.

Tank Tempur Utama/Main Battle Tank Challenger 1
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Tank Tempur utama / Main Battle Tank 
Challenger


Operasional aktif: 1982
Crew: 4 orang
Berat operasional: 62,000kg/61.02 tons

Dimensi 
Panjang: 8.33m/26ft 4in 
Tinggi (over turret hatch): 2.5m/8ft 2.5in
Lebar: 3.52m/11 ft 6.5in

Persenjataan 
Senjata utama: Meriam kaliber 120mm/4.72in L11A5 gun 
Senjata sekunder: 2 x Senapan mesin kaliber 7.62mm/0.3in machine-guns
Armor: Unspecified (dirahasiakan)
Mesin: Rolls-Royce CV12 diesel, 894.8kW/1,200bhp

Performa 
Kecepatan maksimum: 57kph/35.4mph
Jarak jelajah maksimum: 450km/279.6 miles
Kharakteristik umum
Awak: 4 orang (komandan, penembak, pengisi peluru, pengemudi)
Panjang:11.5 m (sampai ujung meriam)
Lebar: 3.51 m
Tinggi: 2.95 m
Berat: 62 ton

Proteksi dan persenjataan
Ketebalan baja: Chobham (dirahasiakan)
Senjata utama: Meriam L11A5 kaliber 120mm, 64 peluru

Senjata sekunder: 
Senapan mesin L8A2 kaliber 7.62 mm,
Senapan mesin L37A2 kaliber 7.62 mm dengan kapasitas 4.000 peluru

Mobilitas
Mesin: Rolls-Royce CV12 26 liter diesel
(1200 dk (895 kW))

Suspensi: hydropneumatic (Hydrogas)
Kecepatan: 57 km/j (37 mph)
Daya jelajah: 450 km

Artikel oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1.ENSIKLOPEDIA DUNIA “TANK” – GEORGE FORTY Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Jumat, 20 November 2020

Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (bagian 2)



Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jum'at, 20 November 2020

Artikel ini meneruskan artikel sebelumnya yang mengulas tentang burung besi milik Uni Soviet , yaitu Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 "Fencer". Supaya tidak bingung, silahkan baca bagian pertama, "Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1)". Dan inilah artikelnya:

Su-24MP (Fencer-F) adalah varian ELINT khusus. Varian ini dikembangkan bersamaan dengan varian Su-24MR. Fencer-F mulai beroperasi pada tahun 1983. Pesawat ini memiliki sensor pengumpulan intelijen tambahan. Berbagai pod SIGINT dan ECM dapat dibawa. Pesawat ini dipersenjatai dengan meriam dan dipersenjatai hingga empat rudal udara-ke-udara R-60. Hanya 10-20 unit varian ini yang diproduksi.


Setidaknya 670 unit Su-24 telah diproduksi (menurut catatan resmi dari pihak pabrikan, mengenai kebenaran catatan tersebut masih belum bisa dikonfirmasi). Total keseluruhan mungkin antara 900 – 1.200 unit. Fencer-B, -Cs, -Ds dan -E tetap digunakan secara luas di garis depan di Rusia, dan berbagai negara eks Uni Soviet. Su-24MK versi ekspor (varian yang tidak dilengkapi dengan kemampuian membawa persenjataan nuklir) diekspor ke Aljazair, Iran, Irak, Libya dan Suriah.


Pengganti Su-24 yang menua adalah interdictor jarak jauh Su-34 yang baru, yang merupakan turunan dari pesawat tempur superioritas udara Su-27. Su-34 saat ini telah operasional secara aktif di Angkatan Udara Rusia. Program peningkatan terus berlanjut untuk Su-24 Rusia yang masih operasional untuk memperpanjang batas waktu terbangnya. Pesawat yang baru diupgrade disebut sebagai Su-24M2.


Catatan Tambahan: Warisan dan Relevansi Su-24 di Era Modern

Melihat kembali sejarah operasional Sukhoi Su-24, kita bisa menarik kesimpulan bahwa pesawat ini merupakan salah satu platform tempur paling tangguh yang pernah dihasilkan oleh industri kedirgantaraan Uni Soviet. Meskipun desain dasarnya sudah berumur lebih dari lima dekade, kemampuan Su-24 untuk beradaptasi dengan berbagai peran—mulai dari serangan presisi, pengintaian, hingga peperangan elektronik (ELINT)—menjadikannya "kuda beban" yang sangat berharga bagi angkatan udara Rusia dan banyak negara penggunanya.



Keunggulan Strategis dan Ketangguhan Segala Cuaca

Penting untuk dicatat bahwa keberhasilan Su-24 tidak hanya terletak pada kapasitas muatannya yang besar atau kecepatan supersoniknya pada ketinggian rendah, tetapi juga pada filosofi desain "all-weather" yang memungkinkan pesawat ini beroperasi di bawah kondisi cuaca paling ekstrem sekalipun. Keberadaan varian modern seperti Su-24M2 membuktikan bahwa kerangka pesawat (airframe) yang solid tetap memiliki nilai strategis tinggi, selama dipadukan dengan avionik, sistem navigasi, dan integrasi senjata pintar yang terus diperbarui.



Tantangan Su-24 di Era Drone dan Generasi Kelima

Namun, di tengah munculnya teknologi pesawat tempur generasi kelima dan dominasi sistem drone (UAV) yang semakin masif, tantangan bagi platform lama seperti Su-24 kini semakin nyata. Ancaman sistem pertahanan udara modern (A2/AD) memaksa pesawat ini untuk terus berevolusi atau secara bertahap digantikan oleh platform yang lebih kapabel seperti Su-34 Fullback. Meski begitu, dedikasi teknisi dalam mempertahankan armada Su-24 menunjukkan bahwa "si Fencer" masih memiliki tempat yang signifikan di garis depan pertempuran modern, melayani peran strategis yang belum sepenuhnya bisa digantikan oleh aset udara yang lebih canggih. Pengalaman operasional Su-24 tetap menjadi pelajaran berharga bagi doktrin tempur udara taktis di seluruh dunia.


Spesifikasi Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer


  • Asal negara: Uni Soviet
  • Operasional aktif: 1973
  • Awak: 2 orang

Dimensi dan berat

  • Panjang: 22,59 m

Rentang sayap: 

  • Sayap terentang penuh: 17,64 m 
  • Sayap terlipat: 10,37 m tersapu

  • Tinggi: 6,19 m
  • Berat (kosong): 22.3 ton
  • Berat (lepas landas maksimum): 36 ton

Mesin dan performa

  • Mesin:  2 x turbojet Perm / Sploviev AL-21F-3A
  • Daya dorong (dengan afterburning): 2 x 109,83 kN
  • Kecepatan maksimum: 1.320 km/jam
  • Elevasi operasional maksimum: 17 km
  • Radius tempur: 560 - 1250 km
  • Jarak jelajah feri: 2.775 km


Persenjataan

  • 1 x Meriam kaliber 23mm
  • Rudal: Rudal udara-ke-permukaan Kh-23, Kh-25ML, Kh-29L / T, Kh-59 Ovod; Rudal anti-radar Kh-25MP, Kh-31P, Kh-29MP dan Kh-58; Kh-31A, rudal anti-kapal Kh-35, rudal udara-ke-udara R-60
  • Bom: Senjata nuklir jatuh bebas TN-1000 dan TN-1200, bom dipandu laser KAB-500Kr

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military-today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Kamis, 19 November 2020

Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer (Bagian 1)


Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer
Pesawat Interdiksi dan Serang
Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24
militerbanget.blogspot.com

Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 19 November 2020

Konteks Operasional dan Perbandingan

Su-24 tetap menjadi pesawat serang jarak jauh yang kuat dengan kemampuan serangan presisi di segala cuaca. Dengan sayap ayun geometri variabel dan kokpit berdampingan, Su-24 pasti dibandingkan dengan pesawat pembom General Dynamics F-111 "Advark" milik Amerika Serikat.


Pesawat tersebut tidak pernah dimaksudkan atau digunakan sebagai pembom strategis, namun, perbandingan tersebut terkadang mengaburkan fakta bahwa Su-24 bukanlah pembom strategis murni. Sebenarnya, Su-24 lebih cocok jika dikomparasikan dengan Panavia Tornado rancangan Anglo-Jerman-Italia.

Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer
Pesawat Interdiksi dan Serang
Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24
militerbanget.blogspot.com

Kapasitas dan Kapabilitas Senjata

Fencer semula dirancang untuk menggantikan posisi Yak-28 dalam peran serangan taktis dan serangan elevasi rendah segala cuaca. Pesawat ini dapat membawa hingga 8.000 kg persenjataan, namun kapasitas normalnya hanya sekitar 4.000 kg. Pesawat Su-24 juga dirancang untuk membawa bom nuklir tanpa pemandu (jatuh bebas) TN-1000 dan TN-1200, dan berbagai bom jatuh bebas konvensional, roket dan peluru kendali udara-ke-permukaan untuk menyerang target tetap dan bergerak dengan akurasi yang tepat. 

Meskipun dioptimalkan sebagai pesawat pembom supersonik, pesawat ini juga dirancang untuk dapat mengusung peran pesawat pengintai skala terbatas, dan untuk menggantikan Brewer dalam peran peperangan elektronik.

Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer
Pesawat Interdiksi dan Serang
Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24
militerbanget.blogspot.com

Evolusi Desain dan Tantangan Awal

Desain Sukhoi Su-24 dimulai pada awal 1960-an. Sukhoi, bagaimanapun, meninggalkan desain awalnya (sebuah pesawat bermesin ganda yang diperbesar yang didasarkan secara longgar pada konfigurasi Su-7, tetapi dengan kokpit tandem) untuk mampu mengadopsi mesin Delta T6 dengan konfigurasi jet angkat agar pesawat ini memiliki fitur lepas landas jarak pendek atau STOL. Sayangnya, mesin tersebut ternyata terlalu berat dan besar sehingga menimbulkan permasalahan pada bobot dan manuver. Untuk mengatasi hal ini, mesin T6 ini harus dirancang ulang.

Purwarupa modernisasi T-6-21G yang dihasilkan tidak memiliki fitur jet angkat (sehingga menyisakan ruang yang lebih besar untuk bahan bakar dan senjata) tetapi memiliki sayap ayun VG (variable geometry). Konfigurasi VG ditambahkan untuk meningkatkan kinerja lepas landas dan pendaratan. Pesawat melakukan penerbangan perdananya selama bulan Mei 1970 dan dipesan untuk diproduksi sebagai Su-24 pada akhir tahun 1970.

Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer
Pesawat Interdiksi dan Serang
Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24
militerbanget.blogspot.com

Produksi Su-24 dioperasikan di garis depan pada tahun 1973. Su-24 ditempatkan dengan kesatuan militer Uni Soviet di Jerman (Timur) pada tahun 1979, dan di Polandia. Pada tahun 1984, pesawat Su-24 dioperasikan secara penuh selama Perang di Afghanistan.

Su-24 asli mengalami sedikit perubahan dalam konfigurasi selama produksi, dan ini menyebabkan ASCC NATO hanya menetapkan tiga kode identifikasi (Fencer-A hingga -C) untuk pesawat SU-24. 

Secara umum, pesawat ini cepat dan stabil pada elevasi rendah, dan dapat membawa muatan persenjataan yang mengesankan (meskipun penambahan muatan persenjataan ini berefek pada berkurangnya radius tempur efektif) tetapi teknologi avioniknya ternyata “usang” dan tidak dapat diandalkan. Secara umum, kemampuan avionic pesawat Su-24 masih dibawah dari pesawat sejenis milik blok Barat.

Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer
Pesawat Interdiksi dan Serang
Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24
militerbanget.blogspot.com

Modernisasi: Varian Fencer-D dan Fencer-E

Su-24M (Fencer-D) merupakan versi modernisasi, dan mulai operasional pada tahun 1986. Su-24M memperkenalkan avionik yang lebih modern, radar terpisah Orion-A (forward looking attack) dan radar untuk mengikuti kontur permukaan pada saat terbang rendah. Pesawat ini juga memiliki laser Kaira 24 dan sistem pemantau TV yang memberikan kompatibilitas PGM. Fencer-D memiliki probe di atas hidung berfungsi untuk pengisian bahan bakar di udara. Probe ini juga dapat dilipat untuk meningkatkan manuver pesawat. Pesawat ini juga dapat membawa tangki penyimpanan bahan bakar di garis tengah untuk mengusung peran pengisian bahan bakar antar pesawat.

Su-24MR (Fencer-E) adalah varian pesawat intai taktis khusus. Varian ini operasional pada tahun 1983. Varian ini tidak memiliki radar untuk persenjataan, meriam dan avionik serangan, tetapi dilengkapi dengan kamera panorama, radar udara yang tampak samping dan sistem pengintaian inframerah. Varian ini juga membawa pod sensor lainnya. Data dari sensor cold diteruskan secara real-time ke stasiun darat. Pesawat pengintai ini dapat membawa dua rudal udara-ke-udara R-60 (AA-8 Aphid) untuk pertahanan diri skala terbatas. Produksi Su-24MR berhenti pada tahun 1993. Setidaknya 100 unit dari pesawat pengintai taktis ini dibuat.

Pesawat Interdiksi dan Serang / Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24 Fencer
Pesawat Interdiksi dan Serang
Interdiction and Attack Aircraft - Sukhoi Su-24
militerbanget.blogspot.com

Meskipun varian awal Fencer sempat mengalami masa transisi yang sulit, platform ini terbukti mampu beradaptasi melalui modernisasi yang masif. Lantas, bagaimana performa Su-24 saat ini di tengah era perang elektronik (electronic warfare) dan drone? Temukan jawabannya di Bagian 2, di mana kita akan membedah sisi gelap dan terang dari sejarah operasional 'Fencer' serta masa depannya di garis depan.

Artikel oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military-today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain