![]() |
| Pesawat Serang dan Latih Ringan Calidus B-250 militerbanget.blogspot.com |
Beraban, Tabanan, Bali, Jum'at, 9 Januari 2026
Mengapa Calidus B-250 Menjadi Pilihan Strategis
Calidus B-250 adalah pesawat serang dan pelatihan ringan generasi terbaru yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasi udara modern di seluruh dunia. Dibangun dengan teknologi global, B-250 menggabungkan kecepatan tinggi, manuver yang gesit, avionik modern, dan kemampuan membawa berbagai jenis persenjataan.
Pesawat ini ideal untuk misi serangan kontra pemberontakan (COIN), dukungan udara jarak dekat (CAS), pengintaian (ISR), dan pencarian serta penyelamatan (SAR). Dengan fleksibilitas tinggi, B-250 mampu mengisi celah antara pesawat jet tempur mahal dan pesawat latih konvensional, menjadikannya solusi efisien bagi angkatan udara dengan anggaran terbatas.
(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Heavy Sniper Rifle / Senapan Runduk Berat - EDM Arms M96/XM-107 Windrunner)

Pesawat Serang dan Latih Ringan
Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com
Sejarah dan Pengembangan B-250

Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com
Program B-250 dimulai pada 2015 oleh Calidus Aerospace, perusahaan asal Uni Emirat Arab. Proyek ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Novaer (Brasil), Rockwell Collins, dan Pratt & Whitney Canada, menggabungkan keahlian desain pesawat, avionik canggih, dan mesin turboprop kelas dunia.
Purwarupa pertama dikembangkan dalam tempo 25 bulan, dan melakukan penerbangan perdana pada Juli 2017. B-250 dirancang oleh Joseph Kovacs, perancang Super Tucano EMB-314, namun dimodifikasi agar lebih cepat dan memiliki performa manuver lebih baik. Tujuannya adalah untuk menghadirkan pesawat serang/latih ringan dengan kemampuan operasi tempur modern, yang bisa digunakan oleh negara berkembang maupun angkatan udara dengan kebutuhan COIN dan dukungan udara terbatas.

Pesawat Serang dan Latih Ringan
Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com
Kerjasama Internasional dan Keunggulan Teknologi

Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com
Salah satu keunggulan B-250 adalah kolaborasi internasional:
- Novaer (Brasil): Merancang rangka pesawat dan aerodinamika, memanfaatkan pengalaman Super Tucano.
- Rockwell Collins: Menyediakan sistem avionik Pro Line Fusion yang canggih, meningkatkan kesadaran situasional pilot.
- Pratt & Whitney Canada: Memproduksi mesin PT6A-68 turboprop yang efisien dan andal, memberikan daya dorong tinggi dengan konsumsi bahan bakar rendah.

Pesawat Serang dan Latih Ringan
Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com
Desain Bodi dan Rangka

Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com
B-250 menggunakan rangka yang sepenuhnya dari serat karbon, ringan namun kuat, yang memungkinkan pesawat ini untuk melakukan manuver dalam beban yang tinggi sekaligus meningkatkan umur operasional. Konfigurasi sayap rendah menghasilkan daya angkat yang optimal dan mengurangi hambatan aerodinamis. Sistem perlindungan balistik opsional memastikan keselamatan awak dalam skenario tempur.
Roda pendaratan tiga unit, yang dapat ditarik, diperkuat sehingga pesawat ini mampu mendarat dan lepas landas dari landasan kasar atau belum dipersiapkan, sehingga pesawat ini sangat adaptif di medan sulit.
(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Penyergap Jarak Jauh / Long Range Interceptor - Mikoyan MiG-31)

Pesawat Serang dan Latih Ringan
Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com
Kokpit dan Avionik Canggih

Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com
Kokpit B-250 menampung dua awak dalam konfigurasi tandem. Dilengkapi kursi lontar zero-zero Martin Baker, kokpit ini bertekanan penuh dan dilengkapi dengan pendingin udara, serta memiliki sistem OBOGS (On-Board Oxygen Generation System).
Sistem avionik Rockwell Collins Pro Line Fusion memberikan informasi real-time tentang landasan, jalur taksi, lokasi pesawat, kondisi cuaca, dan sensor misi. Layar tampilan multifungsi, HUD digital, dan ikon intuitif membuat pilot dapat mengoperasikan pesawat dengan efisien. Radar cuaca otomatis juga memastikan keamanan penerbangan dalam berbagai kondisi.
Bersambung ke bagian Kedua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar