Senin, 12 Januari 2026

Calidus B-250: Pesawat Serang dan Latih Ringan Generasi Terbaru untuk Angkatan Udara Dunia (Bagian Kedua)


Pesawat Serang dan Latih Ringan
Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Senin, 12 Januari 2025

Sambungan dari bagian Pertama

Mesin dan Performa

B-250 ditenagai oleh Pratt & Whitney PT6A-68 turboprop berkekuatan 1.600 shp, dipadukan dengan baling-baling empat bilah. Performa utama meliputi:

  • Kecepatan maksimum: 557 km/jam
  • Kecepatan jelajah: 520 km/jam
  • Jarak tempuh ferry: 4.500 km
  • Jarak jelajah operasional dengan muatan tempur: 2.400 km
  • Elevasi operasional maksimum: 30.000 kaki
  • Daya tahan terbang: hingga 12 jam

Pesawat ini mampu membawa muatan hingga 1.800 kg pada tujuh hardpoint, memberikan fleksibilitas tinggi untuk misi tempur ringan maupun latihan.

Pesawat Serang dan Latih Ringan
Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com

Persenjataan dan Konfigurasi Misi

B-250 memiliki tujuh hardpoint untuk membawa berbagai senjata, termasuk:

  • Bom berpemandu laser
  • Rudal udara-ke-udara
  • Tangki bahan bakar cadangan

Dengan konfigurasi ini, B-250 dapat digunakan untuk:
  • COIN (Counter-Insurgency): operasi kontra pemberontakan di medan sulit
  • CAS (Close Air Support): mendukung pasukan darat dengan serangan presisi
  • ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance): pengintaian taktis menggunakan sensor canggih
  • SAR (Search and Rescue): operasi pencarian dan penyelamatan di medan terbatas

Kemampuan membawa muatan berstandar NATO membuat B-250 kompatibel dengan berbagai senjata ringan dan presisi.
Perbandingan dengan Super Tucano

B-250 sering dibandingkan dengan Embraer Super Tucano EMB-314, karena keduanya berasal dari rancangan Joseph Kovacs. Perbedaan utama meliputi:



Fakta Menarik tentang Calidus B-250

  • Awak tandem memungkinkan pilot dan instruktur atau co-pilot mengoperasikan pesawat dengan efektif.
  • Rangka serat karbon penuh membuat pesawat ringan namun kuat, cocok untuk manuver tinggi.
  • Avionik canggih meningkatkan kesadaran situasional dan keamanan pilot.
  • Jarak tempuh ferry hingga 4.500 km, memudahkan deployment antar pangkalan.
  • Tujuh hardpoint yang fleksibel memungkinkan pesawat ini untuk mengadopsi berbagai konfigurasi persenjataan, mulai dari bom hingga rudal udara-ke-udara.

Pesawat Serang dan Latih Ringan
Calidus B-250
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Latih & Serang Ringan Calidus B-250  


Karakteristik umum
Awak: 2 orang
Panjang: 10,98 m (36 kaki 0 inci)
Rentang sayap: 12,09 m (39 kaki 8 inci)
Tinggi: 3,79 m (12 kaki 5 inci)
Dapur pacu: 1 × mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PT6 A-68, 1.200 kW (1.600 shp)

Performa
Kecepatan maksimum: 557 km/jam (346 mph, 301 knot)
Kecepatan jelajah: 520 km/jam (320 mph, 280 knot) (bersih)
Jangkauan tempur: 560 km (350 mil, 300 mil laut) (radius tempur, 4 bom berpemandu laser, 2 rudal udara-ke-udara dan 1 tangki bahan bakar)
Jangkauan feri: 2.400 km (1.500 mil, 1.300 nmi)
Ketahanan: 12 jam
Ketinggian terbang maksimum: 9.100 m (30.000 kaki)

Persenjataan
Titik tumpu: 7 dengan kapasitas 1.800 kg (3.960 lb)

Kesimpulan: 


Alternatif Modern untuk Angkatan Udara
Calidus B-250 menawarkan kombinasi kecepatan, avionik canggih, fleksibilitas persenjataan, dan biaya operasional rendah, menjadikannya solusi ideal untuk angkatan udara negara berkembang maupun operasi militer ringan global. Pesawat ini menutup celah antara pesawat jet tempur mahal dan pesawat latih konvensional, sehingga memungkinkan operasi tempur ringan dan pelatihan efisien di berbagai medan.

Dengan teknologi global, kemampuan manuver tinggi, dan sistem perlindungan modern, Calidus B-250 siap menjadi andalan angkatan udara modern yang mengutamakan efisiensi, fleksibilitas, dan daya serang.

Demikianlah artikel tentang Calidus B-250: Pesawat Serang dan Latih Ringan Generasi Terbaru untuk Angkatan Udara Dunia, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar