Minggu, 07 Maret 2021

Artileri Swagerak 203mm / 203mm Self Propelled Gun - 2S7 Pion


Artileri Swagerak 203mm / 203mm Self Propelled Gun - 2S7 Pion 1
Artileri Swagerak / Self Propelled Gun - 2S7 Pion
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Minggu, 7 Maret 2021

Raksasa Kaliber 203mm: Sejarah Kelahiran Sang Monster Artileri Soviet
Artileri Swagerak kaliber 203mm 2S7 Pion mulai dioperasikan oleh Angkatan Darat Uni Soviet pada akhir 1970-an. Saat ini, alutsista tersebut masih digunakan oleh militer Rusia, Belarusia, Georgia dan Ukraina. Alutsista ini adalah sistem artileri konvensional paling kuat di dunia. Artileri Swagerak 2S7 Pion dirancang untuk menyerang target musuh jarak jauh dan penting, seperti pos komando, pusat komunikasi, atau gudang amunisi.

2S7 Pion dipersenjatai dengan meriam kaliber 203mm yang mematikan, dilengkapi dengan sistem pengisian amunisi otomatis. Alutsista ini mampu menembakkan proyektil HE-FRAG konvensional dan amunisi berpendorong roket, proyektil kimia dan proyektil nuklir. 

Sebuah proyektil HE-FRAG standar memiliki berat dikisaran 110 kg dan dibagian dalamnya terdapat bahan peledak seberat 17,8 kg. Proyektil ini memiliki jangkauan maksimum hingga 37,5 km. Berat proyektil berpendorong roket sekitar 103 kg dan memiliki 13,8 kg bahan peledak. Amunisi tipe ini memiliki jangkauan maksimum 47,5 km. 

Artileri Swagerak 203mm / 203mm Self Propelled Gun - 2S7 Pion 3
Artileri Swagerak / Self Propelled Gun - 2S7 Pion
militerbanget.blogspot.com


Tembak dan Lari: Strategi Maut 2S7 Pion Menghindari Balasan Musuh


Muatan amunisi Pion 2S7 hanya terdiri dari 8 butir amunisi. Kapasitas internal sistem artileri ini hanya mampu mengangkut sekitar 4 butir amunisi, 4 amunisi lainnya diangkut oleh kendaraan pengawal. Tingkat tembakan maksimum adalah 3 tembakan per dua menit.

Waktu persiapan yang singkat memungkinkan sistem artileri 2S7 Pion menembakkan 1 atau 2 tembakan dan meninggalkan posisi menembak sebelum tembakan yang pertama mengenai target yang terletak hingga 47 km. Kemampuan tembak dan lari (hit and run) ini memungkinkan untuk menghindari tembakan balik dari artileri ataupun dari pelacak lawan.

Sayangnya, sistem artileri ini tidak dilengkapi dengan senjata perlindungan diri. Satu-satunya persenjataan pertahanan yang dibawa oleh Pion, selain senjata individu para kru, adalah peluncur rudal pertahanan udara portabel.

2S7 Pion memiliki 14 orang awak, namun hanya 7 awak yang bisa diakomodasi di dalam kendaraan dan sisa awak yang lain diangkut dengan truk pengawal atau pengangkut personel lapis baja pengiring.


Artileri Swagerak 203mm / 203mm Self Propelled Gun - 2S7 Pion 5
Artileri Swagerak / Self Propelled Gun - 2S7 Pion
militerbanget.blogspot.com


Dapur Pacu V-46-1: Jantung Mekanik di Balik Bodi Raksasa 2S7 Pion


2S7 menggunakan sasis track yang memang dikembangkan secara khusus untuk alutsista ini, dengan sejumlah komponen otomotif dari tank tempur utama T-72 dan T-80. Sistem artileri ini menggunakan dapur pacu berupa mesin diesel turbocharged V-46-1, yang menghasilkan daya sebesar 750 tenaga kuda. Kendaraan juga dilengkapi dengan unit tenaga tambahan, yang menghasilkan tenaga sebesar 24 hp dan memberi daya pada semua sistem pada saat mesin utama dimatikan.


Artileri Swagerak 203mm / 203mm Self Propelled Gun - 2S7 Pion 7
Artileri Swagerak / Self Propelled Gun - 2S7 Pion
militerbanget.blogspot.com


Evolusi Menjadi Malka: Jangkauan 50 Km dan Kolaborasi dengan Drone Orlan-10


2S7M Malka, varian yang ditingkatkan dari 2S7 Pion, terkadang disebut Pion-M. Alutsista modernisasi ini telah meningkatkan laju tembakan menjadi 2,5 tembakan per menit. Varian ini juga dapat membawa 8 butir amunisi, bukan 4. Malka 2S7M mulai digunakan oleh Angkatan Darat Uni Soviet pada tahun 1983.


Mesin parit Tundra BTM-4M. Ini didasarkan pada sasis 2S7 Pion atau 2S7M Malka. Mesin ini dilengkapi dengan penggali putar. Mesin ini diperkenalkan pada tahun 1997.

Artileri Swagerak 203mm / 203mm Self Propelled Gun - 2S7 Pion 9
Artileri Swagerak / Self Propelled Gun - 2S7 Pion
militerbanget.blogspot.com


Spesifikasi Artileri Swagerak 203mm / 203mm Self Propelled Gun - 2S7 Pion


Informasi umum

  • Asal negara: Uni Soviet
  • Operasional aktif: Akhir 1970-an
  • Awak: 14 personel

Dimensi dan berat

  • Bobot: 46 ton
  • Panjang (sampai ujung meriam): 13.1 m
  • Panjang lambung: 10,5 m
  • Lebar: 3,38 m
  • Tinggi: 3 m

Persenjataan

  • Senjata utama: Meriam kaliber 203 mm
  • Panjang Laras: (belum diketahui)
  • Senjata mesin: -
  • Berat proyektil: 110 kg
  • Jarak tembak maksimum: 37,5 - 47,5 km
  • Rate of fire maksimum: 1,5 rpm
  • Kisaran sudut ketinggian senjata utama: - 0 hingga + 60 derajat
  • Rotasi meriam: 30 derajat

Kapasitas amunisi

  • Senjata utama: 4 + 4 amunisi
Senjata mesin: 

Mobilitas

  • Mesin: V-46-1 diesel
  • Tenaga mesin: 750 hp
  • Kecepatan maksimum (jalan raya): 51 km/jam
  • Jarak jelajah maksimum: 500 km

Kemampuan manuver

  • Tanjakan: 40 derajat
  • Kemiringan samping: 20 derajat
  • Halangan vertikal: 0,7 m
  • Halangan Parit: 2,5 m
  • Genangan air maksimum: 1,2 m

Artileri Swagerak 203mm / 203mm Self Propelled Gun - 2S7 Pion 11
Artileri Swagerak / Self Propelled Gun - 2S7 Pion
militerbanget.blogspot.com


Catatan Tambahan: 


Proyektil HE-FRAG adalah singkatan dari High-Explosive Fragmentation (Daya Ledak Tinggi - Fragmentasi). Ini adalah jenis amunisi militer yang dirancang untuk menghasilkan ledakan besar sekaligus menyebarkan serpihan tajam ke segala arah saat meledak.

Proyektil ini sangat efektif digunakan untuk menghadapi target "lunak" seperti personel musuh (infanteri), kendaraan tanpa lapis baja, atau posisi pertahanan ringan.

Cara Kerja Proyektil HE-FRAG

  • Daya Ledak Tinggi (High-Explosive / HE): Ketika proyektil mengenai target atau dipicu di udara, bahan peledak di dalamnya akan memicu gelombang kejut (ledakan) yang sangat kuat.
  • Fragmentasi (Fragmentation / FRAG): Dinding atau selongsong logam proyektil sengaja dirancang agar hancur menjadi ribuan serpihan kecil yang tajam (seperti pecahan kaca/pisau) saat terjadi ledakan. Serpihan-serpihan ini melesat dengan kecepatan tinggi untuk melukai atau merusak apa pun di radius ledakannya.

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Military today
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar