Kalau dalam artikel sebelumnya, yang dibahas adalah helikopter serang/tempur, kali ini yang akan kita bahas adalah helikopter yang memiliki peran sebagai anti kapal selam. Memang, kalau ditilik dari sudut penampilan alias bentuknya, helikopter ini memang tak “cantik” sama sekali. Punya bentuk tubuh yang “gemuk” dan terkesan tidak aerodinamis. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan Mil Mi-24 atau Mil Mi-28, yang memang memiliki profile yang lebih "menakutkan".
(Baca juga artikel tentang Helikopter Serang - Transport / Attack - Transport Helicopter MIL MI-24, disini)
Bentuk dari Helikopter ini lebih mirip kepada balon terbang ketimbang helikopter. Tetapi jangan terkecoh pada penampilannya, helikopter ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya, yaitu menjejak, mengidentifikasi dan menghajar kapal selam musuh.
(Baca juga artikel tentang Helicopter Serang/tempur Anti Tank Mil Mi-28 Havoc, Bagian 1, disini)
Mungkin, yang paling menarik dari helikopter ini adalah rotor koaksial (baling-baling kontra) yang diterapkannya. Dengan rotor yang berputar saling berlawanan ini, maka helikopter ini bisa menghapus kebutuhan akan rotor ekor.
(Baca juga artikel tentang Helicopter Serang/tempur Anti Tank Mil Mi-28 Havoc, Bagian 2, disini)
Seperti umum diketahui, fungsi rotor ekor adalah untuk mengimbangi gaya putar yang muncul akibat dari putaran baling-baling utama. Sebab setiap baling-baling diputar akan selalu menimbulkan tenaga putaran yang disebut dengan istilah umum torque. Untuk menghilangkan atau menangkal tenaga putar yang bisa menyebabkan badan helikopter itu berputar, maka perlu dipasang antitorque, berupa rotor ekor.
Ka-25 (kode NATO “Hormone”) dikembangkan untuk memenuhi keinginan dari Angkatan Laut Uni Soviet (yang tercetus tahun 1958) yang menginginkan satu helikopter yang mampu menjalankan peran sebagai anti kapal selam, dan dapat dioperasikan dari kapal perang Uni Soviet kala itu. Sebagai jawaban atas tuntutan tersebut, Kamov mengembangkan Ka-20 (kode NATO “Harp) yang merupakan pengembangan dari desain awal Ka-15.
Pada Juli 1961, Ka-20 pertama kali dipamerkan di depan khalayak saat demo terbang pada perayaan Tushino Aviation Day atau hari penerbangan Tushino, saat itu, helikopter ini membawa 2 rudal udara-ke-permukaan. Ka-20 seketika menarik perhatian pengamat militer barat yang hadir. Setelah konfigurasinya terbukti handal, tipe ini menjadi dasar bagi pengembangan helikopter Ka-25.
Penggunaan rotor koaksial lawan arah (baling-baling kontra) terbukti mampu memenuhi permintaan akan penghapusan rotor ekor anti torque (rotor ekor atau rotor penyeimbang). Ini memungkinkan helikopter ini memiliki rangka yang sangat pendek, yang tentunya akan menghemat dimensi serta mengoptimalisasi ruang penyimpanan di dek. Dua rotor tumpuk dengan masing-masing memiliki tiga bilah rotor juga memiliki desain yang bisa dilipat, sehingga makin menambah ringkasnya penyimpanan di dalam dek kapal pengangkutnya.
Bersambung ke bagian 2: “Helikopter Anti Kapal Selam / Anti Submarine Warfare Helicopter KAMOV Ka-25 (KODE NATO-HORMONE) Tulisan Bagian Kedua”
Demikianlah artikel tentang Helikopter Anti Kapal Selam / Anti Submarine Warfare Helicopter KAMOV Ka-25 (KODE NATO-HORMONE) Tulisan Bagian Pertama, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di: portal-receh
Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di: trisoenoe
Artikel dialih bahasa dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:
ENSIKLOPEDIA DUNIA “HELIKOPTER MILITER” – FRANCIS CROSSBY
Edisi terbitan Lorenz Book, dicetak oleh Anness Publihing Ltd.
www.lorenzbook.com
www.annesspublishing.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar