Minggu, 22 Juni 2025

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen, Pistol Mitraliur Inggris Hasil Modifikasi Australia (Bagian Pertama)


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Minggu, 22 Juni 2025

Austen (merupakan singkatan dari "Australian Sten") adalah pistol mitraliur Australia yang menggunakan amunisi 9×19mm yang rancangannya berangkat dari pistol mitraliur ”Sten Gun” Inggris yang dikembangkan selama Perang Dunia Kedua. Selama perang, tak kurang dari 19.914 pucuk Austen diproduksi oleh pabrikan Diecasters Ltd dari Melbourne dan WT Carmichael Ltd dari Sydney.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Rancang Bangun dan Pengembangan


Pada saat Perang Dunia II di Eropa berkobar, kebutuhan akan bahan baku penunjang produksi mesin dan senjata untuk perang semakin mendesak, dan Inggris termasuk salah satu negara yang juga mengalaminya. Alhasil, kebutuhan akan persenjataan lebih diprioritaskan untuk dalam negeri ketimbang negara lain. Australia yang pada masa itu tengah menghadapi ancaman bala tentara Kerajaan Jepang tak dapat membeli persenjataan dari Inggris maupun Amerika Serikat, sehingga Australia harus mengembangkan secara mandiri beberapa persenjataan tempur diantaranya adalah pistol mitraliur. Pistol mitraliur Sten kemudian dijadikan dasar rancangan untuk Austen karena dinilai lebih sederhana dan praktis serta lebih mudah untuk diproduksi. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Serang / Attack Helicopter - Kamov Ka-52 “Alligator”")

Komponen laras, badan (receiver) dan mekanisme pemicu Mark II Sten dijiplak secara penuh, sedangkan popor lipat dan bolt, dengan pin penembakan terpisah dan penutup teleskopik di atas pegas pengembali (recoil) merupakan salinan dari MP40 Jerman yang sudah teruji. Popor lipat juga termasuk obeng dan batang pembersih yang keduanya terlepas dari tabung popor. Senjata ini juga mengaplikasikan gagang pistol tambahan di bagian depan (untuk menambah kestabilan pada saat menembak sehingga operator tak harus menggenggam pelindung laras yang mana jelas-jelas sangat mengganggu serta dapat melukai tangan penembak karena pas). Gagang pistol bagian depan ini juga berisi wadah suku cadang kecil di dalamnya. Senjata ini dilengkapi dengan fitur selector penembakan (setelan mode penembakan) yang memiliki dua stelean, yaitu tembakan tunggal atau sepenuhnya otomatis dengan kecepatan menembak (rate of fire) berada di kisaran 500 tembakan per menit.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BTR-60PB")

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Austen
Pistol Mitraliur/Submachine Gun Austen
militerbanget.blogspot.com

Fitur pistol mitraliur produksi Austen ini yang menarik adalah beberapa komponennya diproduksi melalui proses die-casting dan bukan dengan system baja press seperti yang lazim digunakan pada masa itu. Komponen yang menggunakan proses ini adalah rumah magasin (magwell), bagian mekanisme popor, dan bagian depan magasin. Pemuat magasin juga diproduksi menggunakan system die-casting. Proses ini walaupun mahal namun memioiki kualitas yang lebih tinggi ketimbang proses produksi dengan baja press yang kurang akurat. Proses ini dipilih bukan karena pertimbangan ekonomis melainkan pertimbangan praktis. Kedua perusahaan yang memproduksi Austen adalah perusahaan spesialis die-casting sehingga jauh lebih mudah menerapkan proses ini ketimbang harus menggunakan proses lain.

Catatan tambahan:
Die casting adalah proses pencetakan (dalam beberapa istilah disebut sebagai pengecoran) logam yang lebih presisi dan efesien. Proses ini menjadi rujukan untuk memproduksi komponen logam yang rumit secara geometris menggunakan cetakan yang dapat digunakan kembali, yang disebut "die". Proses ini melibatkan injeksi logam cair di bawah tekanan tinggi ke dalam cetakan, sebuah metode yang secara logis untuk memproduksi komponen secara massal dengan akurasi tinggi, massal, dan kualitas yang terjaga.

Berawal pada pertengahan abad ke-19, die casting pada mulanya dikembangkan untuk memproduksi cetakan huruf bergerak untuk industri percetakan, tetapi metode ini dengan cepat meluas ke sektor lain termasuk otomotif, kedirgantaraan, dan elektronik. Saat ini, die casting terutama menggunakan logam non-ferrous, seperti aluminium, seng, dan magnesium, menjadikan proses ini sebagai proses manufaktur pilihan dalam pembuatan berbagai macam produk, mulai dari mainan kecil yang rumit hingga komponen otomotif yang penting.

Hal yang membedakan die casting dari metode pengecoran lainnya adalah kemampuannya untuk memproduksi komponen dengan toleransi yang ketat dan pemesinan yang minimal. Manfaat ekonomis yang dipadukan dengan daya tahan komponen die-cast yang tinggi juga menjadikannya pilihan yang lebih disukai di antara produsen yang ingin mengurangi limbah material dan meningkatkan produktivitas.

Bersambung ke Bagian 2 

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World War Weapon
2. Miltari-Wiki
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Australia
#Pistol_Mitraliur
#Perang_Dunia_II

Sabtu, 14 Juni 2025

Pesawat Tempur De Havilland Vampire, Pesawat Tempur Jet Pertama Yang Memperkuat Militer Indonesia (Bagian Keempat)


Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Sabtu, 14 Juni 2025

Sambungan dari Bagian 3

Varian ekspor


F.30
Pesawat pembom tempur berkursi tunggal dengan dapur pacu mesin Nene untuk Angkatan Udara Kerajaan Australia, 57 unit dibuat di Australia oleh De Havilland Australia (DHA).

FB.31
Merupakan varian dari F.30 dengan dapur pacu mesin Nene yang dimodernisasi, 28 unit F.30 dikonversi dan 23 unit baru diproduksi oleh De Havilland Australia.

F.32
Merupakan varian F.30 yang kokpitnya dilengkapi dengan pendingin udara (AC). Satu dikonversi di Australia oleh De Havilland Australia.

FB.50
Varia ekspor ke Swedia dan dikenal sebagai J 28B. Menurut catatan, diproduksi sebanyak 310 unit dimana 12 unit diantaranya kemudian dimodifikasi menjadi pesawat latih T.55.

FB.51
Merupakan varian ekspor ke Prancis. Diproduksi sebanyak 67 unit dari kit knockdown yang dipasok oleh pabrikan DH, 20 unit diproduksi di Prancis oleh pabrikan Sud-Est.

FB.52
Versi ekspor dari varian FB.6. Diproduksi sebanyak 546 unit dimana 247 unit diantaranya diproduksi oleh Hindustan Aircraft Limited


FB.52A
Varian ekspor FB.6 untuk Aeronautica Militare Italiana, 51 unit diimpor langsung dari Inggris dan 150 unit dibuat di Italia oleh Macchi dan Fiat.

FB.53
Varian contoh untuk pesawat tempur pembom berkursi tunggal sebagai pola untuk Armee de l'Air yang akan diproduksi oleh SNCASE

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

DH.113 Vampir Night Fighter
#10
Versi pesawat tempur malam dua kursi bertenaga Goblin untuk RAF; 81 unit dibangun termasuk 3 prototipe.
#54
Varian ekspor NF.10. Angkatan Udara Italia membeli 14, dan India membeli 30 NF.10 yang diperbaharui.

Pesawat latih Vampir DH.115
Varian pesawat latih navigasi berdasarkan NF.10; 36 dikonversi

T.11
Merupakan varian dengan mesin Goblin 35 dengan konfigurasi pesawat latih dua tempat duduk, 526 diproduksi oleh de Havilland dan Fairey termasuk satu purwarupa. Beberapa unit diantaranya dilengkapi dengan kursi lontar.

T.22
Pesawat latih T.11 untuk Angkatan Laut Kerajaan, diproduksi sebanyak 73 unit.

T.33
Varian pesawat latih dua kursi berdasarkan spesifikasi awal T.11. Dapur pacu menggunakan mesin turbojet Goblin; 36 unit diproduksi di Australia oleh de Havilland Australia.

T.33A
Merupakan varian modernisasi (peningkatan) varian T.33 ke varian T.11 akhir.

T.34
pesawat latih T.22 dua kursi yang dilengkapi dengan instrument navigasi modern untuk Angkatan Laut Kerajaan Australia, lima unit diproduksi di Australia oleh De Havilland Australia. Unit ke enam dikirim sebagai T.34A

T.34A
Merupakan varian T.34 yang dilengkapi dengan kursi lontar.

T.35
Pesawat latih dua tempat duduk spesifikasi T.11 akhir; 68 dibuat di Australia oleh De Havilland Australia.

T.35A
T.35 ditingkatkan dari T.33.

T.55
Varian pesawat latih untuk ekspor, diproduksi sebanyak 322 unit termasuk 30 di Swiss, 60 di India oleh HAL dan enam dikonversi dari T.11.

PR.55
Merupakan varian untuk pesawat intai, 5 unit T.55 dimodifikasi di India untuk pengintaian foto.

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Vampire untuk Angkatan Laut


F.1
Varian purwarupa untuk uji coba di landasan kapal induk, satu konversi dari Vampire F.1.

F.20
FB.5 yang dimodifikasi untuk dapat lepas landas dan mendarat di landasan kapal induk, 18 unit dikonversi oleh English Electric.

F.21
F.3 dengan struktur bawah  yang diperkuat dan kait penahan untuk uji pendaratan tanpa roda pendarat di dek fleksibel. Diproduksi sebanyak dua unit dan (kemungkinan) ada enam unit lain yang merupakan konversi dari varian lain.

T.22
Varian pesawat latih konfigurasi dua kursi untuk Royal Navy; 73 diproduksi oleh de Havilland.

SNCASE (Timur Selatan) Mistral


SE.530 Mistral
Purwarupa dengan mesin Hispano-Nene yang rancangannya berdasarkan FB.53 untuk produksi Prancis, diproduksi sebanyak 4 unit

SE.532 Mistral
versi produksi, diproduksi sebanyak 93 unit.

SE.535 Mistral
Pengembangan SE 532; 150 dibangun.

Jaring uap terbang


J 28A
F.1 Swedia dengan sayap yang kemudian dipotong mirip dengan F.5; 70 diimpor.

J 28B
FB.6 Swedia, diproduksi sebanyak 310 unit.

J 28C-1
spesifikasi awal T.55 Vampire Trainer, 30 dibeli pada tahun 1952. Awalnya digunakan dalam peran tempur.

J 28C-2
spesifikasi akhir T.55, 15 unit dibeli pada tahun 1955.

J 28C-3
Bekas pesawat tempur satu tempat duduk J 28B diubah menjadi pesawat latih dua tempat duduk T.55A oleh de Havilland pada tahun 1956, 12 unit dikonversi menjadi varian ini.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Helikopter Serang / Attack Helicopter - Kamov Ka-52 “Alligator”")

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Tempur Jet De Havilland Vampire (Vampire FB.6)


Karakteristik umum
Awak: 1 orang
Panjang (hingga tail boom): 30 kaki 9 inci (9,37 m)
Rentang sayap: 38 kaki 0 inci (11,58 m)
Tinggi: 8 kaki 10 inci (2,69 m)
Luas sayap: 262 kaki persegi (24,3 m2)

Airfoil 
Root (akar atau pangkal sayap): EC1240/0640 (14%)
Edge (ujung sayap): EC1240/0640 (9%)

Berat kosong: 7.283 lb (3.304 kg)
Berat lepas landas maksimum: 12.390 lb (5.620 kg)
Dapur pacu: 1 × mesin turbojet aliran sentrifugal de Havilland Goblin 3, daya dorong 3.350 lbf (14,9 kN)

Performa
Kecepatan maksimum: 548 mph (882 km/jam, 476 knot)
Jarak jelajah maksimum: 1.220 mil (1.960 km, 1.060 mil laut)
Elevasi operasional maksimum: 42.800 kaki (13.000 m)
Laju mendaki: 4.800 kaki/menit (24 m/s)
Beban sayap: 39,4 lb/kaki persegi (192 kg/m2)

Persenjataan
Senjata: 4 × meriam Hispano Mk.V 20 mm (0,79 inci) dengan total 600 butir peluru (150 butir peluru per senjata).
Roket: 8 × roket 3 inci "60 lb"
Bom: 2 × 500 lb (225 kg) bom atau dua tangki bahan bakar eksternal (drop tank)

Catatan tambahan:

Tim aerobatik udara adalah sekelompok pesawat (biasanya terdiri dari paling sedikit tiga pesawat) yang menampilkan manuver terbang yang sangat berbahaya, sangat rumit sekaligus menarik secara bersama-sama, biasanya dalam formasi atau dengan menggunakan efek visual seperti asap untuk memperkuat aksi mereka. Mereka dikenal dengan ketepatan, kecepatan, dan akurasi dalam menjalankan berbagai aksi aerobatik, dan biasanya tampil di acara publik seperti pertunjukan udara atau perayaan nasional. Ada banyak tim aerobatik yang terkenal di dunia diantaranya adalah Red Arrows (tim aerobatic Angkatan Udara Kerajaan Inggris), Jupiter Aerobatic Team (tim aerobatic TNI Angkatan Udara), dan Thunderbirds (Angkatan Udara AS).

Terkadang tim aerobatic ini digunakan sebagai sarana promosi untuk pesawat tempur, sehingga banyak tim aerobatic di dunia yang menggunakan pesawat tempur utama negara mereka (walaupun dengan sejumlah modifikasi).

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World Fighter Jet
2. Quora
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Jet

Jumat, 13 Juni 2025

Pesawat Tempur De Havilland Vampire, Pesawat Tempur Jet Pertama Yang Memperkuat Militer Indonesia (Bagian Ketiga)


Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com
 

Beraban, Tabanan, Bali, Jum'at, 13 Juni 2025

Sambungan dari Bagian 2

Meskipun Vampire tidak terlibat dalam perang, sejak awal kemunculannya pesawat ini langsung didapuk menjadi jet tempur operasional garis depan Inggris dan meraih banyak keberhasilan dalam peran ini. Varian latih T55 merupakan pesawat latih jet tempur pertama yang menempatkan pilot dan siswanya di samping satu sama lain. Kokpit versi awal secara menarik menyerupai Mosquito, karena seluruh kokpitnya sama. 

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Berbagai varian yang merupakan turunan dari pesawat Vampire bertugas di Royal Air Force selama 20 tahun, dan akhirnya pensiun pada tahun 1966. Pada tahun 1948, Vampire juga memperoleh kehormatan sebagai pesawat jet operasional pertama di Royal Canadian Air Force. Pesawat ini diterbangkan selama delapan tahun ketika pesawat skuadron terakhir digantikan dengan Sabre. Blue Devils menjadi tim akrobat jet Angkatan Udara Kanada pertama pada tahun 1949. Tim akrobatik udara ini menerbangkan pesawat Vampire dan mampu menggetarkan khalayak ramai di seluruh negeri dengan berbagai aksi aerobatiknya yang cantik dan memukau. Vampire juga memegang kehormatan sebagai pesawat buatan Inggris terakhir yang dibeli oleh RCAF. 

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Main Battle Tank / Tank Tempur Utama - EE-T2 Osorio")

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Jet Tempur/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Varian


Pesawat tempur/pembom tempur kursi tunggal DH.100 Vampire
F.1 (atau F.Mk 1 atau Mk.1)
Versi pesawat tempur satu kursi untuk RAF; Tiga unit purwarupa (diberi nama ”Spider Crab”) dibangun untuk spesifikasi E.6/41. Jumlah produksi varian ini sebanyak 228 unit pesawat, termasuk 70 unit untuk Swedia (dikenal sebagai J 28A) untuk pengenalan. 30 unit ex-RAF F.1 ditransfer ke Armee de l'Air pada tahun 1948 dengan fungsi pelatihan bagi awak. TG431 dipasok ke Angkatan Udara Kerajaan Australia (RAAF) sebagai A78-1 pada bulan Mei 1947. TG278 dimodifikasi dengan sayap diperpanjang dan didukung dengan mesin Ghost 2.

F.2
Purwarupa dengan dapur pacu mesin Nene. Dua unit diproduksi secara menyeluruh dan tiga unit merupakan hasil konversi. TX807 dipasok ke RAAF (dikenal sebagai A78-2) pada bulan Agustus 1948 untuk pelatihan dan pengembangan teknis.

F.3
Varian pesawat tempur konfigurasi kursi tunggal untuk RAF. Dua purwarupa merupakan pesawat konversi dari varian F.1, sedangkan produksi menyeluruh total sebanyak 224 unit, 20 unit diekspor ke Norwegia, dan 150 unit ke Kanada untuk Angkatan Udara Kerajaan Kanada.

F.4
Merupakan proyek eksperimental dengan mesin Nene, tidak pernah terealisasi.

FB.5
Varian pesawat pembom tempur dengan dapur pacu mesin Goblin 2 dan fitur sayap yang bisa dilipat. Total produksi sekitar 1.123 unit, termasuk 930 unit untuk RAF. 94 unit FB.5 ex-RAF ditransfer ke Armee de l'Air pada tahun 1949 untuk skuadron operasional. VV465 dipasok ke RAAF sebagai A78-3 pada bulan Mei 1949 untuk pelatihan.

FB.6
Varian pesawat jet tempur pembom berkursi tunggal ditenagai dengan mesin Goblin 3. 175 unit diproduksi di Inggris ditambah dengan 310 unit diproduksi di Swedia (dikenal sebagai J 28B) dan 103 unit dibuat di Swiss, termasuk tiga unit cadangan.


F.8
Konversi F.1 bertenaga mesihn Goblin digunakan sebagai purwarupa untuk de Havilland Venom; Satu unit diproduksi.

FB.9
Pesawat tempur-pembom F.5 bertenaga mesin Goblin-3 dengan konfigurasi tropis (kokpit dilengkapi dengan AC). 348 unit diproduksi, sebagian besar oleh de Havilland, dan beberapa unit oleh Fairey.

Bersambung ke Bagian 4 

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World Fighter Jet
2. Quora
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Jet

Kamis, 12 Juni 2025

Pesawat Tempur De Havilland Vampire, Pesawat Tempur Jet Pertama Yang Memperkuat Militer Indonesia (Bagian Kedua)


Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 12 Juni 2025

Sambungan dari Bagian 1

Vampire dengan cepat terbukti efektif dan langsung diadopsi sebagai pengganti pesawat tempur bermesin piston era perang dunai II. Pada masa awal operasionalnya, pesawat ini memiliki kinerja yang memuaskan dan berhasil menjadi pionir serta memecahkan beberapa rekor, seperti menjadi pesawat jet pertama yang melintasi Samudra Atlantik dan juga pesawat jet pertama yang berhasil mendarat dan lepas landas dari kapal induk. 

Untuk urusan persenjataan, pesawat ini juga dibekali dengan persenjataan yang tergolong mematikan. Vampire dilengkapi dengan 4 senapan mesin kaliber 20 mm. Selain itu, ada 8 tabung peluncur roket yang terbentang di kedua sayapnya, serta dilengkapi kemampuan untuk membawa 2 bom seberat 200 kg di badan utama pesawat.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg")

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Vampire dioperasikan dan disiagakan di garis depan oleh ARAF sampai tahun 1953, dan secara perlahan mulai ditarik dari garis depan ketika mulai bermunculan pesawat jet yang lebih modern. Posisinya dipindahkan dari pesawat tempur utama garis depan menjadi peran sekunder seperti serangan darat dan pelatihan pilot, yang varian spesialisnya diproduksi kemudian hari. RAF secara resmi menonaktifkan Vampire pada tahun 1966 ketika peran terakhirnya sebagai pelatih tingkat lanjut diisi oleh pesawat Folland Gnat.

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Pesawat jet Vampire telah diekspor ke banyak negara dan dioperasikan hampir di seluruh dunia di berbagai medan dan iklim. Beberapa negara menggunakan pesawat ini dalam pertempuran termasuk Krisis terusan Suez, Konflik di Malaysia (Indonesia menyebut periode ganyang Malaysia), dan Perang ”Semak” di Rhodesia (Rhodesian Bush War) – Lihat catatan tambahan. Pada akhir produksi, hampir 3.300 unit Vampire telah diproduksi, seperempat dari jumlah itu diproduksi di bawah lisensi di luar negeri. 

Pabrikan de Havilland kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut dari pesawat ini. Pesawat pengembangan lanjutan yang utama dan diproduksi termasuk pesawat DH.115, pesawat latih kursi ganda khusus dan pesawat DH.112 Venom yang lebih canggih, varian yang disempurnakan untuk serangan darat dan operasi pesawat tempur malam.

Pesawat Tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur Jet/Jet Fighter
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Catatan tambahan:

Perang Semak Rhodesia (terkadang disebut juga sebagai Chimurenga Kedua atau Perang Pembebasan Zimbabwe) adalah perang saudara yang berlangsung dalam kurun waktu 1964 hingga 1979 di Rhodesia yang tidak diakui oleh dunia internasional (sekarang Rhodesia disebut Zimbabwe). Perang ini terjadi antara pemerintah minoritas kulit putih Rhodesia yang dipimpin oleh Ian Smith dan gerakan nasionalis kulit hitam, terutama ZANU (Zimbabwe African National Union) dan ZAPU (Zimbabwe African People's Union).

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Main Battle Tank / Tank Tempur Utama - EE-T2 Osorio")

Perang ini disebabkan oleh politik apartheid yang diterapkan oleh pemerintah Rhodesia terhadap mayoritas populasi kulit hitam. Pemerintah Rhodesian menolak untuk mencabut sistem politik tersebut wlaupun terus mendapat tekanan dari dunia internasional. Efeknya adalah, mayoritas penduduk Rhodesia kulit hitam kemudian Bersatu dan melakukan perlawanan secara total dengan berbagai cara, termasuk dengan perlawanan bersenjata. Setelah beberapa tahun pertempuran sengit dan mengakibatkan korban jiwa yang sangat banyak, pemerintah Rhodesia saat itu yang dipimpin oleh Ian Smith akhirnya menyerah dan mengakui kemerdekaan Zimbabwe pada tahun 1980. Penyerahan tersebut menandai pemerintahan berhaluan apartheid dan berganti ke pola pemerintahan demokratis.

Bersambung ke Bagian 3 

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World Fighter Jet
2. Quora
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Jet

Senin, 09 Juni 2025

Pesawat tempur De Havilland Vampire, Pesawat Tempur Jet Pertama Yang Memperkuat Militer Indonesia (Bagian Pertama)


Pesawat tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur/Fighter Jet
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Senin, 9 Juni 2025

Pesawat tempur De Havilland Vampire mulai dikembangkan pada tahun 1943 di Inggris dan sayangnya tak pernah sempat diterjunkan dalam medan pertempuran yang sebenarnya di Perang Dunia II (lihat catatan tambahan mengenai Perang Dunia II). Pesawat ini merupakan pengembangan dari pesawat pembom cepat De Havilland Mosquito dan memiliki beberapa aspek struktural yang sangat menarik. Karena Vampire dikembangkan dan pertama kali diterbangkan selama masa perang, De Havilland memutuskan untuk membuat badan pesawat dari kayu lapis, yang merupakan material non vital pada saat perang. 

Pesawat tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur/Fighter Jet
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Perusahaan ini telah mendulang kesuksesan luar biasa dengan pesawat pembom cepat Mosquito, yang dikenal sebagai 'Wooden Wonder' karena Sebagian besar material pada pesawat ini terbuat dari kayu lapis yang diperkuat (laminated wood). Hal yang sama dilakukan juga untuk membuat badan pesawat Vampire. Perbedaan utama dalam konstruksinya adalah bahwa beberapa bagian dari pesawat Vampire (sayap, boom ekor, dan kompartemen mesin) terbuat dari material logam. Vampire dikembangkan dengan boom ekor kembar (agak menyerupai pesawat tempur milik Amerika Serikat di Era Perang Dunia II, P-38 Lightning) karena alasan yang sangat spesifik; De Havilland ingin memproduksi pesawat hanya dengan menggunakan satu mesin jet.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - Alligator")

Pesawat tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur/Fighter Jet
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Kedua jet tempur yang diproduksi hingga saat itu, yaitu Me-262 dan Gloster Meteor, memiliki konfigurasi yang sama, yaitu dua mesin jet sebagai pendorong. Pesawat bermesin jet tunggal akan lebih ringan dan akan lebih efesien karena lebih sedikit mengkonsumsi bahan bakar. sayangnya mesin jet yang tersedia pada saat itu tidak memiliki daya dorong yang besar, sehingga diperlukan pipa exhaust yang pendek untuk memanfaatkan daya dorong yang kecil tersebut agar dapat menghasilkan daya yang maksimal. 

Pesawat tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur/Fighter Jet
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Mesin ditempatkan di bagian belakang badan pesawat dan pipa exhaust pendek dipadankan sebagai jet exhaust. Konfigurasi ini memerlukan dua boom untuk menopang ekor dengan baik namun dengan bentuk design yang khusus agar tidak menghalangi daya dorong. Desain yang sukses ini kemudian menghasilkan jet tempur pertama yang memiliki dapur pacu hanya dengan satu mesin.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Senapan Mesin Multi Guna / General Purpose Machine Gun (GPMG) - PKP Pecheneg")

Pesawat tempur De Havilland Vampire
Pesawat Tempur/Fighter Jet
De Havilland Vampire
militerbanget.blogspot.com

Catatan tambahan:

Secara singkat, Perang Dunia II adalah adalah peristiwa peperangan yang melanda sebagian besar negara-negara di dunia, terpusat pada benua Eropa dan juga di Asia. Perang ini berlangsung dari tahun 1939 hingga tahun 1945. Perang yang melibatkan hampir seluruh negara di dunia ini ditandai dengan konflik antara Blok negara-negara Poros (Jerman, Italia, dan Jepang) dan Blok negara-negara Sekutu (Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, dan Cina). Menurut para sejarawan, Perang Dunia II dimulai pada saat invasi Jerman ke Polandia pada tanggal 1 September 1939 dan secara efektif berakhir pada saat Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat pada tanggal 2 September 1945.

Secara garis besar, Perang Dunia II disebabkan oleh kombinasi dari sejumlah faktor, di antaranya adalah ketidakpuasan negara yang kalah pada saat Perang Dunia I (Jerman) terhadap Perjanjian Versailles yang sangat menekan mereka, munculnya ideologi totaliter seperti fasisme dan Nazisme, ekspansionisme militer negara-negara Poros, kegagalan Liga Bangsa Bangsa dalam meredam dan menyelesaikan konflik, dan juga krisis ekonomi global di tahun 1930-an, yang membuat negara-negara di dunia menjadi tidak stabil dan saling bersaing.

Bersambung ke Bagian 2 

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:

1. World Fighter Jet
2. Quora
3. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Jet