Selasa, 05 Agustus 2025

Gloster Meteor, Pesawat Tempur Jet Pertama Inggris Yang Lahir di Era Perang Dunia II (Bagian Kedua)


Pesawat Tempur Jet Pertama Inggris - Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 5 Agustus 2025

Sambungan dari Bagian Pertama

Berdasarkan konsep ini, tim yang dipimpin Carter kemudian merancang pesawat berkursi tunggal yang keseluruhan bagian (baik body, sayap dan komponen kemudi) terbuat dari logam dengan bidang ekor tinggi untuk menjaga bidang ekor horizontal posisinya tetap berada di atas jet exhaust, untuk menghindari kerusakan akibat terpaan gas buang jet secara langsung. Roda pendarat menerapkan konfigurasi tiga roda dengan komposisi satu roda kendali di hidung dan dua roda penumpu di sayap (dikenal dengan istilah tricycle gear),  kemungkinan besar konfigurasi ini dipengaruhi oleh design pesawat jet legendaris dari Jerman, Messerschmitt Me 262

Pesawat Tempur Jet Pertama Inggris - Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Rancang bangun pesawat ini menerapkan sayap lurus konvensional dengan mesin yang dipasang di nacelle ramping di tengah sayap. Kokpitnya diposisikan di depan dengan kanopi kaca berbingkai. Untuk urusan persenjataan, pesawat ini dilengkapi dengan empat pucuk meriam kaliber 20 mm yang ditempatkan di hidung, ditambah dengan dudukan pada sayap yang dapat membawa enam belas roket kaliber 3 inci. Semula pesawat yang baru ini akan diberi nama "Thunderbolt," nama tersebut kemudian diubah menjadi Meteor untuk mencegah kesamaan identifikasi dengan pesawat tempur propeller milik Amerika, Republic P-47 Thunderbolt.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / Light Tank - Stingray II)

Pesawat Tempur Jet Pertama Inggris - Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Purwarupa pertama berhasil lepas landas pada tanggal 5 Maret 1943 dimana purwarupa tersebut ditenagai oleh dua mesin De Havilland Halford H-1 (Goblin). Pengujian purwarupa terus berlanjut sepanjang tahun saat berbagai opsi mesin di uji coba pada pesawat tersebut. Beralih ke produksi pada awal tahun 1944, Meteor F.1 mulai menggunakan dapur pacu dua unit mesin Whittle W.2B/23C (Rolls Royce Welland). Selama proses pengembangan, purwarupa ini juga mulai dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan untuk menguji kelayakan jika dioperasikan di landasan kapal induk. Pesawat ini juga dikirim ke Amerika Serikat untuk diuji oleh Angkatan Udara Angkatan Darat AS dalam perjanjian kerja sama militer. Sebagai timbal balik, USAAF mengirimkan YP-49 Airacomet (Bell P-59 Airacomet) ke RAF untuk pengujian.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Long Range Sniper Rifle / Senapan Penembak Runduk Jarak Jauh - SAKO TRG 42)

Pesawat Tempur Jet Pertama Inggris - Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Mulai Masa Operasional

Gelombang produksi pertama yang terdiri dari 20 unit Meteor didistribusi ke RAF (Royal Air Force) pada tanggal 1 Juni 1944. Batch pertama ini ditempatkan dibawah Skuadron No. 616, dimana pesawat-pesawat ini menggantikan posisi M.VII Supermarine Spitfire milik skuadron tersebut. Setelah melalui pelatihan konversi (pembiasaan pilot dari pesawat propeller ke propulsi jet), Skuadron No. 616 kemudian pindah ke RAF Manston dan mulai ditugaskan (secara darurat) untuk mengeliminir ancaman bom terbang V-1 yang dikirim Jerman untuk membombardir London. Memulai operasi pada tanggal 27 Juli, pesawat yang baru ini mencatatkan prestasi berhasil mengeliminir 14 unit bom terbang saat ditugaskan untuk misi ini. Pada bulan Desember itu, skuadron beralih ke Meteor F.3 yang telah ditingkatkan yang memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan visibilitas pilot yang lebih baik.

Pesawat Tempur Jet Pertama Inggris - Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Catatan Tambahan:

USAAF adalah singkatan dari United States Army Air Forces atau jika diterjemahkan secara lugas kedalam Bahasa Indonesia. Angkatan ini adalah cabang kedinasan udara yang bernaung di bawah Angkatan Darat Amerika Serikat selama dan sebelum Perang Dunia II, sebelum menjadi Angkatan Udara Amerika Serikat yang independen pada tahun 1947.

Secara detil, Angkatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (USAAF atau AAF) adalah cabang komponen udara berbasis darat yang berada dibawah komando Angkatan Darat Amerika Serikat selama dan beberapa waktu setelah Perang Dunia II (1941–1947). Cabang atau komponen ini didirikan pada 20 Juni 1941 sebagai penerus Korps Udara Angkatan Darat Amerika Serikat sebelumnya dan merupakan cikal bakal dari Angkatan Udara Amerika Serikat yang mandiri.

Bersambung ke Bagian Ketiga

Artikel asli ditulis oleh Liviu Stoica. Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. History Of Jet Warplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Jet

Senin, 04 Agustus 2025

Gloster Meteor, Pesawat Tempur Jet Pertama Inggris Yang Lahir di Era Perang Dunia II (Bagian Pertama)


Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Senin, 4 Agustus 2025

Penemuan teknologi mesin jet merupakan sesuatu yang revolusioner ketika pertama kali diterapkan pada pesawat tempur di tahun-tahun akhir Perang Dunia II. Inovasi ini masih dibumbui dengan penemuan teknologi kursi lontar selama perang, dengan sistem lontar Heinkel 280 pada tahun 1940. Ironisnya, inovasi ini lahir di Jerman, dan karena Sekutu lebih lambat dalam menggunakan teknologi tersebut, banyak pilot yang tewas dalam pengujian dan pengembangan pesawat berpendorong mesin jet.

Meteor bukanlah pesawat tempur bertenaga jet pertama yang pernah dibuat. Namun, setelah perang, lebih dari 4.000 unit pesawat Meteor diproduksi selama dua belas tahun periode produksi, dan pesawat ini juga dijadikan wanaha tempat uji coba purwarupa kursi lontar dan pengembangan lebih lanjut pesawat tempur dengan mesin yang lebih modern, turbojet.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BTR-80)

Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Rancang bangun pesawat Gloster Meteor dimulai pada tahun 1940 ketika designer head Gloster project, George Carter, mulai mengembangkan konsep dasar untuk pesawat tempur dengan dapur pacu mesin ganda. Pada tanggal 7 Februari 1941, perusahaan menerima pesanan untuk realisasi dua belas unit purwarupa pesawat tempur mesin jet berdasarkan Spesifikasi F9/40 (pencegat bertenaga jet) Angkatan Udara Kerajaan Inggris. 

Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Di kemudian waktu, Gloster menguji terbang E.28/39 bermesin tunggal pada tanggal 15 Mei. Peristiwa ini tercatat sebagai penerbangan perdana pesawat dengan pendorong mesin jet di Inggris. Menilai hasil dari uji terbang E.38/39, pabrikan Gloster kemudian memutuskan untuk melanjutkan dengan desain konfigurasi mesin ganda (untuk mendongkrak performa yang dirasa kurang pada pesawat dengan mesin jet Tunggal). Pemilihan konfigurasi mesin ganda Sebagian besar didasarkan pada daya dorong yang rendah pada mesin jet periode awal.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Tank Tempur Ringan / Light Tank - Stingray II)

Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
Pesawat Tempur Jet Gloster Meteor
militerbanget.blogspot.com

Catatan Tambahan:

Tricycle gear merupakan konfigurasi roda pendarat pesawat yang roda pendaratannya disusun dengan roda kendali pada hidung di depan dan dua roda utama di belakang (roda beban), umumnya roda beban berada di bawah sayap. Tata letak seperti ini merupakan konfigurasi yang banyak diterapkan pada pesawat terbang modern, termasuk pesawat penumpang, karena mampu memberikan stabilitas yang lebih baik selama lepas landas, mendarat, dan pada saat terbang.   

Penjelasan Detil


Pengaturan:
Tricycle gear dilengkapi roda hidung (nose gear) yang terletak di dekat bagian depan pesawat, dan dua roda utama yang diposisikan lebih jauh ke belakang, biasanya di bawah sayap atau badan pesawat.   

Kelebihan:
Konfigurasi seperti ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
Peningkatan Stabilitas: Penempatan roda hidung di bagian depan memberikan stabilitas yang lebih baik, sehingga memudahkan pengendalian pesawat di darat, terutama saat lepas landas dan mendarat.   

Jangkauan Pandangan Lebih Baik: 
Konfigurasi Tricycle gear memberi pilot pandangan yang lebih baik pada area landas pacu dan situasi sekitar dibandingkan dengan desain roda kendali ekor pada konfigurasi lama.   

Mengurangi Risiko Ground Loop: 
Desain yang stabil membantu mengurangi kemungkinan terjadinya "ground loop," atau kondisi yang berpotensi membahayakan saat pesawat berputar tak terkendali di darat.   

Pelipatan/Penyimpanan:
Mekanisme tricycle gear dapat bersifat tetap (tidak dapat dilipat masuk ke ruang penyimpanan di badan atau sayap) atau dapat ditarik. Mekanisme roda pendarat yang dapat ditarik terselip di badan pesawat atau sayap selama penerbangan, yang secara signifikan mengurangi hambatan dan meningkatkan aerodinamika pesawat.   

Kepopuleran:
Karena kelebihannya, roda tiga sekarang menjadi konfigurasi roda pendaratan yang dominan untuk sebagian besar pesawat, termasuk pesawat komersial.   

Berbeda dengan Tricycle gear, roda pendaratan konvensional, yang juga dikenal sebagai roda ekor, memiliki dua roda utama di bagian depan dan roda ekor yang lebih kecil di bagian belakang. Meskipun roda kendali ekor umum digunakan di masa lalu, model roda pendarat ini secara umum dianggap lebih sulit dikendalikan karena ketidakstabilannya dan berkurangnya ruang pandang pilot saat di darat.

Bersambung ke Bagian Kedua

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. History Of Jet Warplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Inggris
#Pesawat
#Pesawat_Tempur
#Pesawat_Tempur_Jet

Sabtu, 02 Agustus 2025

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941, Pelopor Pistol Mitraliur Rumania (Bagian Keempat)


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Kediri, Tabanan, Bali, Sabtu, 2 Agustus 2025

Sambungan dari Bagian Ketiga

Sejumlah Orita M1941/48 yang dimodifikasi menggunakan receiver lama yang sama dan beberapa senjata yang direkondisi memiliki receiver buatan baru. Receiver lama yang digunakan oleh M1941 dapat dikenali dari tanda yang dicap di atasnya dan dari tempat yang diperbaiki di mana sakelar pengaman vertikal terletak sejajar dengan pisir di sebelah kanan.

Varian langka pistol mitraliur Orita dengan popor logam lipat diproduksi di pabrik Cugir setelah tahun 1945. Senjata baru yang kokoh ini dilengkapi pengaman pegangan yang besar untuk mencegah peluru terlepas secara tidak sengaja. Pelat samping kayu beralur horizontal terpasang di setiap sisi senjata. Tuas kokangnya bergerigi dan mengarah ke atas pada sudut 45 derajat. Sebuah poros putar belakang terletak di dekat mekanisme yang melipat popor baja. Ini adalah pistol mitraliur pertama dengan popor lipat yang pernah diproduksi di Rumania.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Artileri Swagerak 155mm / Self Propelled Howitzer 155mm - Palmaria)

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Bagian atas receiver yang digunakan oleh pistol mitraliur Orita M1941 9mm ditandai: “UZINELE CMC CUGIR” di atas “PUA 'ORITA' Md.1941 Cal 9mm” diikuti dengan nomor seri enam digit. Receiver baru yang digunakan oleh beberapa pistol mitraliur M1941/48 ditandai di atasnya: “AUTOMATUL UMC 49” yang juga diikuti dengan nomor seri enam digit. Jumlah total model pistol mitraliur Orita M1941 dan M1941/48 yang dibuat dan dimodifikasi di pabrik Cugir masih belum diketahui hingga saat ini, tetapi nomor serinya mungkin dapat memberikan petunjuk. Sejumlah pistol mitraliur Orita M1941/48 yang dimodifikasi tetap menggunakan receiver lama yang dicap “Modificat 48” atau “Model 48”. Stempel segitiga dengan huruf “AA” di dalamnya berarti “Arsenalul Armatei” (Persenjataan Angkatan Darat). Tanda kontrol kualitas kecil juga dapat dicap.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BTR-80)

Pistol mitraliur Orita M1941/48 9mm tetap digunakan oleh militer Rumania hingga akhir 1950-an. Pada pertengahan tahun 1970-an, senjata ini masih digunakan untuk pelatihan oleh Garzile Patriotice (Garda Patriotik), semacam garda nasional sipil dan pertahanan teritorial yang dibentuk di Rumania pada musim gugur 1968 sebagai respons langsung terhadap invasi militer Soviet ke Cekoslowakia pada bulan Agustus di tahun yang sama. Pada tahun 1980, pistol mitraliur Orita M1941/48 yang masih tersisa yang digunakan oleh Garzile Patriotice kemudian digantikan dengan Kalashnikov 7,62mm buatan Rumania.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941


Asal negara: Rumania
Catatan operasional: 1943–1970an

Negara pengguna dan catatan pertempuran:
Nazi Jerman
Vietnam Utara
Perang Dunia II
Perang Vietnam
Perang Tiongkok-Vietnam
Tahun perancangan: 1941
Pabrikan: Uzinele Metalurgice Copșa Mică dan Cugir
Jumlah produksi: Lebih dari 6000 pucuk

Spesifikasi


Bobot: 
3,45 kg (7,6 lb) tanpa magasin 
4 kg (8,8 lb) dengan magasin

Dimensi
Panjang keseluruhan: 894 mm (35,2 inci)
Panjang laras: 278 mm (10,9 inci)

Amunisi: Kartrid Parabellum 9×19mm
Rate of fire: 400-600 rpm siklik
V’o meninggalkan laras: 400 m/s (1.300 kaki/s)
Jarak tembak yang efektif: 200 m (656,2 kaki)
Sistem pasokan peluru: Magasen yang dapat dilepas dengan kapasitas 25 atau 32 butir peluru
Jarak bidik efektif: 100 m (328,1 kaki) hingga 500 m (1.640,4 kaki)

Catatan Tambahan:

Invasi militer Soviet ke negara Cekoslowakia, juga dikenal sebagai invasi Pakta Warsawa ke Cekoslowakia, terjadi pada tanggal 20-21 Agustus 1968. Serbuan militer ini melibatkan Rusia dan beberapa negara Pakta Warsawa lainnya (Polandia, Hongaria, dan Bulgaria) yang menginvasi Cekoslowakia dalam upaya menghentikan reformasi Musim Semi Praha. Serbuan militer ini menyebabkan terhentinya reformasi liberalisasi dan dibentuknya pemerintahan pro-Soviet di Cekoslowakia.   

Kronologis peristiwa


Reformasi Musim Semi Praha:
Pada tahun 1968, Cekoslowakia mengalami periode liberalisasi di bawah kepemimpinan Alexander Dubček, yang dikenal sebagai Musim Semi Praha. Periode ini mencakup reformasi yang ditujukan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi hak kebebasan berbicara, pers, dan mobilisasi warga.   

Intervensi Soviet:
Uni Soviet menilai reformasi ini sebagai ancaman langsung terhadap pengaruh kekuasaan komunis dan persatuan Blok Timur. Soviet khawatir jika hal ini didiamkan akan berpotensi menyebarnya ide-ide liberal ke negara-negara anggota Pakta Warsawa dan potensi melemahnya kendali Soviet atas Cekoslowakia.   

Serbuan Militer (Invasi):
Pada malam tanggal 20-21 Agustus, pasukan Pakta Warsawa, termasuk pasukan Rusia, melintasi perbatasan Cekoslowakia dan dengan cepat menduduki obyek vital, kota-kota besar, pusat transportasi dan telekomunikasi, yang secara efektif mengakhiri Musim Semi Praha.   

Akibat yang ditimbulkan:
Invasi tersebut mengakibatkan berakhirnya reformasi Musim Semi Praha, penggulingan Dubček dari kekuasaan, dan pembentukan pemerintahan pro-Soviet di bawah Gustáv Husák. Cekoslowakia memasuki periode "normalisasi," di mana negara itu dikembalikan di bawah kendali Soviet yang lebih ketat.   

Reaksi Dunia Internasional:
Invasi tersebut dikutuk secara luas oleh negara-negara Barat sebagai pelanggaran hukum internasional dan kedaulatan Cekoslowakia. Namun, Uni Soviet membela invasi tersebut dan memandangnya sebagai hal yang diperlukan untuk melindungi kepentingan sosialisme internasional dan persatuan blok komunis.  

Artikel asli ditulis oleh Liviu Stoica. Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Perang Dunia II
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Rumania
#Pistol_Mitraliur
#Perang_Dunia_II

Jumat, 01 Agustus 2025

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941, Pelopor Pistol Mitraliur Rumania (Bagian Ketiga)


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Jum'at, 1 Agustus 2025

Sambungan dari Bagian Kedua

Pada tahun 1943, Kapten Orita mematenkan alat pemuat peluru ke dalam magasin, alat itu memiliki panjang 9,1 inci (232 mm) dan berat kosong 13,7 ons (0,388 kg). Alat unik ini dilengkapi empat cabang pada bagian dalam dan di bagian atasnya terdapat alur pemandu peluru dari baja vertikal yang dapat memuat hingga maksimum 15 peluru. Alat ini terkunci pada magasin kotak Orita dan, dengan memutar pegangan searah jarum jam, kartrid akan terisi dengan cepat melalui gerakan tangensial.

Pistol mitraliur Orita M1941 9mm dilengkapi dengan popor kayu bergaya pegangan semi-pistol tetap dengan pelatuk logam. Lengan bawah memanjang hingga ke wadah magasin. Sudut tajam yang dipotong pada popor memberikan sudut diagonal untuk gagang pemicu. Bentuk popor kayu panjang satu bagian sedikit berbeda, tergantung pada varian produksi. Terdapat sling swivel yang dipasang di ujung depan receiver dan di sisi kanan popor kayu. Tuas pengokang terletak di sisi kiri receiver. Pengaturan ini membantu penembak untuk mengganti magasin kotak dan menarik gagang kokang menggunakan tangan kiri, sementara tangan kanan tetap berada di dekat pelatuk. Tuas kokang dapat dilipat ke bawah sehingga lebih praktis.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BTR-70)

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Prosedur pembongkaran untuk pembersihan dan perawatan rutin juga tergolong sederhana. Setelah melepas magasin dan memastikan senjata bersih, tutup bergerigi dari ujung receiver dibuka untuk melepaskan pegas recoil yang terkompresi. Tutup receiver melingkar memiliki panjang yang sedikit berbeda tergantung varian Orita dan diamankan dengan perangkat sederhana. Bolt dilepas dan pistol mitraliur Orita dapat dengan mudah dibongkar.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Pistol mitraliur Orita M1941 9mm buatan Rumania ini dibuat dengan sangat baik, terdiri dari 78 komponen berbeda dan diberi lapisan akhir biru poles. Komponen kelompok pemicu (trigger group) dan sear terbuat dari baja yang telah melalui proses metalurgi yang tinggi sehingga kekuatannya juga keawetannya meningkat. Receiver dibuat dari baja tempa berkualitas tinggi dan hanya menggunakan sedikit komponen lembaran logam yang dipress. Proses pembuatannya memang mahal dan memakan waktu, tetapi kualitas yang dihasilkan sangat sepadan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Artileri Swagerak 155mm / Self Propelled Howitzer 155mm - Palmaria)

Meskipun Orita M1941 mendapat reputasi tinggi dan berkinerja baik dalam pertempuran, penggunaan actual di lapangan menunjukkan dua kekurangan yang vital: pegangan pistol rentan patah dan senjata dapat meletus secara tidak sengaja jika terjatuh atau salah penanganan saat dikokang. Sebuah cacat yang sangat umum pada semua desain pistol mitraliur yang mengadopsi system operasi open bolt.

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Tak lama setelah tahun 1945, Orita M1941 peninggalan masa perang yang masih ada kemudian dimodifikasi di pabrik Cugir. Operasi besar ini dipimpin langsung oleh Marin Orita. Hasilnya adalah model Orita yang disederhanakan yang dikenal sebagai Orita M1941/48 9mm atau Model 48. Saat ini, pistol mitraliur Orita M1941 9mm asli yang belum dimodifikasi merupakan senjata yang sangat langka dan sangat berharga dalam koleksi.

Catatan Tambahan:

Baja tempa adalah sejenis baja yang proses pembuatannya melalui prosedur penempaan, yaitu pembentukan logam dengan cara dipukul atau ditekan saat masih material baja tersebut masih dalam kondisi panas (membara). Proses ini menghasilkan baja dengan kekuatan, daya tahan, dan keuletan yang lebih baik jika dibandingkan baja yang diproduksi dengan metode lain (seperti baja cor). 

Berikut beberapa poin penting mengenai baja tempa:


Proses Produksi:
Baja tempa diproduksi dengan memanaskan baja hingga mencapai suhu tinggi, kemudian membentuknya dengan cara dipukul atau ditekan menggunakan palu atau mesin tempa. 

Kekuatan dan Daya Tahan:
Penempaan meningkatkan kekuatan tarik, kekuatan luluh, dan ketahanan terhadap fatik (kelelahan material) pada baja. 

Keuletan:
Baja tempa memiliki tingkat keuletan yang lebih tinggi, artinya baja ini lebih mudah dibentuk tanpa mengalami kerusakan (patah). 

Struktur Butiran:
Penempaan dapat menghasilkan struktur butiran yang lebih halus dan terarah pada baja, meningkatkan sifat mekanik dari baja tersebut.

Bersambung ke Bagian Keempat

Artikel asli ditulis oleh Liviu Stoica. Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Perang Dunia II
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Rumania
#Pistol_Mitraliur
#Perang_Dunia_II

Kamis, 31 Juli 2025

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941, Pelopor Pistol Mitraliur Rumania (Bagian Kedua)


Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Rabu, 30 Juli 2025

Sambungan dari Bagian Pertama

Pistol mitraliur Orita M1941 dilengkapi dengan tuas mode setelan penembakan berbentuk vertikal yang terletak di sisi kanan receiver, sekitar 77 mm (atau sekitar 3 inci) di belakang pembidik belakang (pisir). Terdapat dua posisi yang ditandai dengan huruf "A" untuk mode tembakan otomatis dengan tuas ditekan ke bawah dan "1" untuk mode tembakan semi otomatis dengan tuas pemilih didorong ke atas.

Pengaman tombol horizontal di depan pelindung pelatuk dapat digerakkan dari sisi ke sisi. Untuk menembakkan senjata, pengaman harus ditekan dari kanan ke kiri. Ujung kiri tombol pengaman memiliki perangkat berbentuk L yang menghalangi mekanisme penembakan ketika pengaman ditekan dari kiri ke kanan dan senjata tidak dapat menembak. Tombol pengaman ini terbukti tidak andal dan pada produksi selanjutnya tombol pengaman ini dihilangkan. Lubang kosong terlihat di depan pelindung pelatuk jika tempat tersebut tidak diisi dan diperbaiki. Pengaman sakelar vertikal baru dipasang sejajar dengan pembidik belakang (pisir) di sisi kanan receiver. Pengaman manual ini didorong ke atas untuk mode TEMBAK, ke bawah untuk mode AMAN.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pistol Semi Otomatis / Semi Automatic Pistol - FN FNP)

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun)
Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Foresight adalah bilah kokoh dengan sayap pelindung berlubang di kedua sisinya dan terletak di ujung laras. Bilah foresight dapat disesuaikan untuk setelan arah angin. Senjata ini memiliki pembidik belakang (pisir) berbentuk “V” terbuka yang diproteksi dan dikalibrasi hingga setelan jarak bidik 500 meter (548 yard), yang hanya dapat disesuaikan untuk elevasi. Jangkauan maksimum ini tampaknya terlalu optimis, tetapi hal ini sangat umum diterapkan pada pistol mitraliur lain pada masa itu, yang dilengkapi dengan pisir bergradasi hingga 500 meter atau lebih, seperti MP28 Jerman, M31 Suomi Finlandia, Beretta M1938A Italia, Lanchester Mark I Inggris, dan ZK383 Ceko.

Pistol mitraliur Orita M1941 9mm mengandalkan pasokan amunisinya dari magasin kotak yang dapat di lepas pasang dengan kapasitas 32 butir peluru yang andal, yang dimasukkan secara vertikal dari bawah receiver. Senjata ini memiliki rumah magasin yang sangat baik yang dicetak dengan tampilan menonjol dari dinding receiver dan berfungsi sebagai pegangan depan untuk tangan penembak. Magasin ini harus dimasukkan 2,5 inci (65mm) ke dalam rumah magasin (magwell) agar terkunci dengan benar. Pengunci-pelepas magasin bergerigi terletak dengan rapi di bagian belakang magwell, sehingga mengurangi kemungkinan operator menyentuhnya tanpa sengaja pada saat menembak. Magasen pistol mitraliur Orita menerapkan konfigurasi peluru yang disusun secara bertahap dalam dua kolom, dengan pengumpanan pada posisi tunggal.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja / Armored Personnel Carrier - BTR-70)

Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
Pistol Mitraliur (Submachine Gun) Orita M1941
militerbanget.blogspot.com

Magasin Orita tidak memiliki lubang indikator untuk amunisi sehingga penembak tidak dapat mengidentifikasi sisa peluru dalam magasin. Tetapi magasen Orita memiliki kelebihan dalam hal pengisiannya yang mudah, karena magasen ini memiliki dua rusuk panjang yang dalam yang menjorok ke setiap sisi badan magasin dari atas ke bawah. Keempat rusuk ini meningkatkan kekuatan pada badan magasin (sehingga magasin tidak mudah penyok) dan pada saat yang sama mengurangi gesekan internal peluru pada body magasin. Selain bentuknya yang tidak biasa, magasin pistol mitraliur orita juga tergolong istimewa karena terbuat dari material baja padat yang kemudian dipoles sehingga sangat awet. Untuk mendorong peluru yang berjumlah 32 butir masuk ke dalam mekanisme penembakan, magasen ini dilengkapi dengan pegas kompresi konvensional berbentuk elips dengan 24 x 25 putaran. Sebuah lekukan dicap pada tepi belakang pelat bawah magasin yang dapat dilepas untuk membantu mengunci pada posisi yang tepat. Beberapa magazin kotak Orita berkapasitas 25 peluru juga diproduksi.

Catatan Tambahan:
Magazin, sering disebut magasin, adalah perangkat penyimpanan dan pengisian amunisi untuk senjata api dari berbagai jenis, baik yang terintegrasi dengan senjata (magasin internal/tetap) maupun yang terpasang di luar (magasin lepas pasang). Magazin berfungsi dengan menahan stock peluru di dalamnya dan secara berurutan mendorong masing-masing peluru ke posisi yang memungkinkannya untuk dengan mudah dimasukkan ke dalam ruang ledak oleh mekanisme senjata api. Magazin lepas pasang terkadang secara umum disebut sebagai " klip ", meskipun secara teknis istilah ini kurang tepat karena klip sebenarnya adalah perangkat aksesori yang digunakan untuk membantu memasukkan amunisi ke dalam magasin atau silinder.

Bersambung ke Bagian Ketiga

Artikel asli ditulis oleh Liviu Stoica. Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Perang Dunia II
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Rumania
#Pistol_Mitraliur
#Perang_Dunia_II