![]() |
| Pesawat Tempur F-5E Tiger II militerbanget.blogspot.com |
Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 7 Juni 2020
Pesawat ini masuk ke jajaran Skuadron Udara pada tanggal 14 mulai Mei 1980 bersamaan dengan kedatangan pesawat A-4 Skyhawk, F-5 juga ditempatkan di Lanud Iswahyudi, Madiun. Pesawat buatan Northrop ini awalnya dirancang sebagai pesawat interceptor kecil, ringan dan tangguh (dan murah tentunya). Dan karena kinerjanya yang cukup baik, serta biaya operasionalnya yang terbilang murah, membuat banyak negara yang mengadopsi pesawat ini sebagai pesawat garis depan.
![]() |
| Pesawat Tempur F-5E Tiger II militerbanget.blogspot.com |
Pesawat ini memiliki dapur pacu sepasang mesin yang memiliki dorong masing-masing 5.000 lbs dengan afterburner. Dan apabila kedua mesin ini dipacu dengan maksimal, mampu mendorong pesawat ini hingga melesat pada kecepatan Mach 1.2, suatu kecepatan yang dirasa cukup untuk tugas penyergapan (untuk kondisi saat itu tentunya).
![]() |
| Pesawat Tempur F-5E Tiger II militerbanget.blogspot.com |
Apabila pesawat ini dikonfigurasikan untuk fungsi serang darat atau close support, F-5 mampu membawa beban seberat 3.200 kg. Pesawat yang mempunyai lebar sayap 8,13 meter dan panjang hanya 14,45 meter ini mampu bermanuver dengan baik termasuk mempunyai kecepatan menanjak sangat fantastis yaitu di kisaran 176 mps serta thrust weight ratio yang terbilang lumayan, yaitu sekitar 1.00. Pada kenyataannya, pesawat ini hampir pasti selalu unggul dalam latihan DACT dengan pesawat sejenis.
![]() |
| Pesawat Tempur F-5F Tiger II militerbanget.blogspot.com |
Terdapat dua jenis F-5 yang pernah dioperasikan oleh TNI AU. Yaitu bertempat duduk ganda jenis F-5F (4 unit) sebagai pesawat latih dan bertempat duduk satu F-5 E (12 unit). Keduanya mempunyai performa yang sama. Perbedaannya selain jumlah awak juga persenjataan dan internal fuel. F-5F hanya dipersenjatai sebuah kanon kaliber 20 milimeter dari jenis serupa dan bahan bakar berbeda 800 lbs dari tipe F-5E.
![]() |
| Pesawat Tempur F-5E Tiger II militerbanget.blogspot.com |
Dengan pesawat sekelasnya dalam latihan DACT, pesawat yang mempunyai aspek ratio sebesar 3,86 ini selalu mengandalkan vertical maneuver sebagai jurus pamungkas.
Karena dengan cepat pesawat ini dapat mengubah kinetic energy serta mempunyai T/W ratio 1.00 yang artinya F-5 dapat menanjak secara vertical tanpa kehilangan kecepatan. Hampir pasti A-4 dan Hawk Mk 208 kedodoran bila diajak vertical maneuver.

Pesawat Tempur F-5E Tiger II
militerbanget.blogspot.com
Spesifikasi Pesawat Tempur F-5E Tiger II

militerbanget.blogspot.com
Karakteristik umum
- Awak pesawat: 1
- Panjang: 48 kaki 2,25 inci (14,6876 m)
- Rentang sayap: 26 kaki 8 inci (8,13 m), 27 kaki 11,875 inci (8,53123 m) dengan rudal di ujung sayap
- Tinggi: 13 kaki 4,5 inci (4,077 m)
- Luas sayap: 186 kaki persegi (17,3 m²)
- Rasio aspek: 3,86
- Sayap pesawat: NACA 65A004.8
- Berat kosong: 9.583 lb (4.347 kg)
- Berat kotor: 15.745 lb (7.142 kg) bersih
- Berat lepas landas maksimum: 24.675 lb (11.192 kg)
Kapasitas bahan bakar:
- Kapasitas bahan bakar internal: 677 galon AS (564 galon Inggris; 2.560 L)
- Bahan bakar eksternal: hingga 3 tangki tambahan berkapasitas 275 galon AS (229 galon Inggris; 1.040 L)
Rasio gaya angkat terhadap gaya hambat: 10,0
Koefisien hambatan tanpa gaya angkat: C D 0,0200
Luas bagian depan: 3,4 kaki persegi (0,32 m² )
Dapur pacu: 2 × mesin turbojet General Electric J85-GE-21 dengan after burner, daya dorong 3.500 lbf (16 kN) masing-masing tanpa pembakaran tambahan, 5.000 lbf (22 kN) dengan after burner

Pesawat Tempur F-5F Tiger II
militerbanget.blogspot.com
Performa

militerbanget.blogspot.com
- Kecepatan maksimum: Mach 1,63 (1.739 km/jam; 1.080 mph) pada ketinggian 36.000 kaki (11.000 m)
- Kecepatan jelajah maksimum: Mach 0,98 (1.050 km/jam; 650 mph) pada ketinggian 36.000 kaki (11.000 m)
- Kecepatan jelajah ekonomis: Mach 0,8 (850 km/jam; 530 mph) pada ketinggian 36.000 kaki (11.000 m)
- Kecepatan stall: 124 knot (143 mph, 230 km/jam) 50% bahan bakar internal, flap dan roda terbentang
- Jangan pernah melebihi kecepatan: 710 knot (820 mph, 1.310 km/jam) IAS
Radius, Jarak Jelajah, Jarak pendaratan, etc.
- Radius tempur: 481 mil laut (554 mil, 891 km)
- Radius tempur (cadangan 20 menit): 120 nmi (140 mil; 220 km) dengan 2x Sidewinder + 5.200 lb (2.400 kg) persenjataan, dengan 5 menit tempur pada daya maksimum di permukaan laut.
- Jarak jelajah feri: 2.010 mil laut (2.310 mil, 3.720 km)
- Jarak jelajah feri (cadangan 20 menit): 1.385 nmi (1.594 mil; 2.565 km) tangki tambahan dipertahankan
- Jangkauan feri (cadangan 20 menit): 1.590 nmi (1.830 mil; 2.940 km) tangki bahan bakar tambahan dibuang
- Elevasi maksimum: 51.800 kaki (15.800 m)
- Ketinggian terbang maksimum dengan satu mesin mati: 41.000 kaki (12.000 m)
- Laju mendaki: 34.500 kaki/menit (175 m/detik)
- Rasio angkat-tarik: 10:1
- Beban sayap: maksimum 133 lb/sq ft (650 kg/m²)
- Rasio daya dorong/berat: 0,4 untuk daya dorong lepas landas pada berat lepas landas maksimum.
- Jarak lepas landas: 2.000 kaki (610 m) dengan dua rudal Sidewinder pada berat 15.745 lb (7.142 kg)
- Jarak lepas landas hingga ketinggian 50 kaki (15 m): 2.900 kaki (884 m) dengan dua rudal Sidewinder seberat 15.745 lb (7.142 kg)
- Jarak pendaratan dari ketinggian 50 kaki (15 m): 3.701 kaki (1.128 m) tanpa parasut rem.
- Jarak pendaratan dari ketinggian 50 kaki (15 m): 2.500 kaki (762 m) dengan parasut rem.
Persenjataan
- Senjata tetap: 2 × meriam revolver M39A2 20 mm (0,787 inci) di bagian depan dengan kapasitas 280 butir peluru/meriam
- Hardpoint: Total 7 (hanya stasiun pylon 3, 4 dan 5 yang dilengkapi dengan pipa air): 2 rel peluncur AAM di ujung sayap, 4 stasiun pylon di bawah sayap & 1 stasiun pylon di bawah badan pesawat dengan kapasitas 7.000 pon (3.200 kg ), dengan ketentuan untuk membawa berbagai kombinasi persenjataan seperti:
Roket:
- 2× pod roket LAU-61/LAU-68 (masing-masing dengan 19× /7× roket Hydra 70 mm); atau
- 2× pod roket LAU-5003 (masing-masing berisi 19× roket CRV7 70 mm); atau
- 2× pod roket LAU-10 (masing-masing berisi 4× roket Zuni 127 mm); atau
- 2× Pod roket Matra (masing-masing berisi 18× roket SNEB 68 mm)
Rudal:
- 2× rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder di ujung sayap (muatan awal F-5E Tiger II)
- 4× rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder atau 4× rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM (F-5S dan F-5E yang dimodernisasi)
- 4× rudal udara-ke-permukaan AGM-65 Maverick (pada F-5 yang ditingkatkan setelah tahun 1995)
- R-60, R-27, R-73 dan AAM Rusia/Tiongkok lainnya (versi Iran)
Bom:
Berbagai macam persenjataan udara-ke-darat seperti bom tanpa pemandu seri Mark 80 (termasuk bom latihan 3 kg dan 14 kg), amunisi bom tandan CBU-24 /49/52/58, tabung bom napalm dan bom tandan M129, serta bom berpemandu laser dari keluarga Paveway .
Lainnya:
- hingga 3× 150 / 275 galon AS (570 / 1.040 L; 125 / 229 galon Inggris) tangki tambahan Sargent Fletcher untuk penerbangan jarak jauh atau penambahan waktu jelajah.
- 1× Pod meriam GPU-5/A 30mm pada stasiun garis tengah (hanya dipasang pada F-5 Thailand)
Avionik
Radar Emerson Electric AN/APQ-153 pada batch awal F-5E
Radar Emerson Electric AN/APQ-159 pada F-5E produksi selanjutnya
Radar Emerson Electric AN/APQ-157 pada F-5F
Radar Emerson Electric AN/APG-69 pada peran agresor F-5N Angkatan Laut AS (mantan F-5E Angkatan Udara Swiss)
Radar Leonardo Grifo-F pada F-5E yang ditingkatkan oleh Angkatan Udara Singapura
Artikel ini ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:
1. Majalah Commando
2. Wikipedia





Tidak ada komentar:
Posting Komentar