Minggu, 22 Maret 2020

Kompak dan Mematikan, Senapan Serbu / Assault Rifle - VHS-D



Ciledug, Tangerang, banten, Minggu, 22 Maret 2020

Senapan serbu VHS-D dikembangkan oleh perusahaan pembuat persenjataan HS Produkt Croatian firearms manufacturing company untuk memenuhi persyaratan Angkatan Darat Kroasia untuk senapan infanteri baru (sebelumnya, yang dibahas dalam blog ini adalah pistol mitraliur Agram 2000, lansiran Kroasia). Saat ini negara ini mengoperasikan senapan serbu AKM lansiran Uni Soviet dan variannya. Purwarupa pertama senapan serbu ini terungkap ke publik pada tahun 2005. 


Secara eksternal purwarupa ini memiliki beberapa kesamaan dengan senapan serbu milik Israel Tavor TAR-21 . Namun versi terakhir dari senjata ini secara eksternal lebih dekat tampilannya dengan FAMAS G2 milik Perancis. Senapan serbu ini diperkenalkan pada tahun 2008. Senapan serbu VHS-D berhasil diujicobakan oleh Angkatan Darat Kroasia dan produksinya dimulai pada tahun 2009. 


Angkatan Darat Kroasia berencana untuk mengakuisisi sampai dengan 60.000 pucuk senapan serbu ini pada tahun 2012, untuk melengkapi personel militer negara tersebut. Senjata ini juga diusulkan untuk dijual ke pasar ekspor. Tampaknya saat ini produksi beralih ke model VHS-D2 yang performanya meningkat secara signifikan, yang muncul pada 2013.


Senapan serbu ini adalah senjata api selektif dengan tata letak bullpup. Purwarupa VHS-D memiliki aksi delayed blowback action, mirip dengan senapan serbu FAMAS lansiran Perancis. Namun versi yang terkini sudah menganut mekanisme penembakan gas operate system yang berbeda dengan versi sebelumnya. VHS-D menggunakan amunisi standar NATO kaliber 5.56 x 45mm. Receiver senjata ini terbuat dari polimer dengan spesifikasi tahan benturan.


Selektor mode pengunci dan penembakan yang tidak biasa terletak di depan pelatuk, di dalam triggerguard. Berputar di sekitar sumbu vertikal. Mekanisme ini memiliki mode "aman", "semi-otomatis" dan "otomatis penuh".


Senjata ini tidak sepenuhnya ambidextrous, karena hanya ada satu lubang pembuangan selongsong bekas dari sisi kanan dan tidak memiliki deflektor. Gagang pengokang dapat dengan mudah diakses dengan kedua tangan.


Senapan serbu VHS-D mengandalkan pasokan amunisi melalui magasen standar NATO (tipe yang sama dengan magasen M16- type), dengan kapasitas 30 peluru.

Gagang pegangan pembawa integral yang besar dilengkapi juga dengan system pembidik standar dari logam. Pegangan ini juga memiliki titik untuk pemasangan rel aksesori tipe-Picatinny. Jarak tembak efektif yang diklaim oleh pabrikan adalah 400 m dengan system pembidik dari logam dengan jarak efektif 600 m dengan optik opsional. Rel aksesori tambahan dapat dipasang pada bagian foregrip. Senapan serbu ini kompatibel dengan peluncur granat underbarrel kaliber 40mm. Juga dapat dilengkapi dengan bayonet (walaupun saat ini bayonet bukan lagi fitur standar).


Varian

VHS-K compact assault rifle / carbine, dengan laras yang lebih pendek. Tampilannya mirip dengan VHS-D. Senapan kompak ini tidak kompatibel dengan peluncur granat underbarrel atau bayonet.

VHS-D2 adalah versi yang ditingkatkan secara signifikan. Varian ini muncul pada 2013. Memiliki rel tipe Picatinny di atas gagang pegangan integral. Juga ada rel di sisi dan di bawah foregrip. VHS-D2 dapat dilengkapi dengan peluncur granat underbarrel. Popor telah dirancang ulang dan dapat disesuaikan agar sesuai dengan kenyamanan penembak. Senapan serbu ini menggunakan magasen dari bahan plastik tembus pandang. VHS-D2 di produksi dan digunakan oleh Tentara Kroasia. Varian ini juga sedang diusulkan untuk pelanggan ekspor. Ada juga senapan serbu / karabin kompak VHS-K2.


Spesifikasi Senapan serbu / Assault Rifle - VHS-D

Asal negara: Kroasia
Operasional aktif: 2009
Kaliber peluru: 5,56 x 45mm
Bobot (kosong): 3 kg
Panjang: 760 mm
Panjang (dengan popor terlipat): -
Panjang laras: 500 mm
Vo proyektil meninggalkan laras: 950 m/s
Siklus jumlah tembakan maksimum: 750 rpm
Silus jumlah tembakan terkontrol: 40 - 100 rpm
Kapasitas magasen: 30 peluru
Jarak bidik efektif: 400 m
Jarak tembak efektif: 400 - 600 m

Sumber:
Military-today.com
Wikipedia
Beberapa sumber lain

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #corona, #Covid-19" #virus Corona, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Kemarin (Seventeen), #Lily (Alan Walker,K-391 & Emelie Hollow), #Celengan Rindu (Fiersa Besari), #Senorita (Shawn Mendes, Camila Cabello), #Hanya Rindu (Andmesh), #Solo (Jennie), #On My Way (Alan Walker, Sabrina Carpenter & Farruko), #I Love You 3000 (Stephanie Putri), #A Whole New World (ZAYN, Zhavia Ward), #sobat ambyar,  #Didi Kempot, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV

Sabtu, 21 Maret 2020

Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S


Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S
Artileri Swagerak/Howitzer Self Propelled 2S19 Msta-S
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang, Banten, Sabtu, 21 Maret 2020

Artileri swagerak 2S19 Msta-S mulai operasional secara aktif di Angkatan Darat Uni Soviet pada tahun 1989. Pada saat ini, sistem artileri ini masih dioperasikan oleh militer Rusia, Azerbaijan, Belarus, Ethiopia, Georgia, Ukraina dan Venezuela. Militer Rusia mengoperasikan sekitar 550 unit sistem artileri ini.

Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S
Artileri Swagerak/Howitzer Self Propelled 2S19 Msta-S
militerbanget.blogspot.com

Artileri swagerak ini dipersenjatai dengan howitzer kaliber 152mm / L47, yang mirip dengan yang digunakan pada howitzer 2A65 Msta-B yang menggunakan sistem mobilitas dengan diderek, juga dilengkapi dengan loader semi-otomatis dan ekstraktor asap. Meriam ini ini dapat di”reload” alias diisi ulang amunisinya pada saat meriamnya berada di sudut berapapun. Tingkat tembakan maksimum adalah 7-8 tembakan per menit. 

Msta-S kompatibel dengan semua proyektil kaliber 152mm standar yang digunakan oleh D-20 gun-howitzer dan 2S3 Akatsiya howitzer self-propelled howitzer. 2S19 mampu menembakkan berbagai tipe amunisi, termasuk proyektil HE-FRAG standar dan proyektil dengan tambahan pendorong roket, proyektil tandan dengan submunisi anti-tank, jammer yang membawa proyektil. 

Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S
Artileri Swagerak/Howitzer Self Propelled 2S19 Msta-S
militerbanget.blogspot.com

Artileri ini juga mampu menembakkan amunisi dengan pemandu presisi "Krasnopol". Jarak tembak maksimum adalah 24,7 km dengan proyektil tipe HE-FRAG standar dan 28,9 km dengan proyektil dengan tambahan pendorong roket. Proyektil "Krasnopol" memiliki jarak jangkau maksimum hingga 20 km dan kemungkinan akurasi perkenaan target sampai dengan 90%. Sistem artileri ini juga dapat mengenai kendaraan yang bergerak. Sebanyak 50 amunisi dapat disimpan dalam ruang amunisi internal di dalam Msta-S. Sistem artileri ini memiliki waktu persiapan reaksi yang singkat. Sistem artileri ini bisa berhenti dan menembakkan amunisi pertama dalam waktu 1-2 menit dari posisi berjalan.

Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S
Artileri Swagerak/Howitzer Self Propelled 2S19 Msta-S
militerbanget.blogspot.com

Konveyor terpisah di bagian belakang turret memungkinkan pemuatan amunisi di lapangan. Diperlukan dua anggota kru tambahan untuk menembak menggunakan amunisi yang terpisah (amunisi di luar sistem loader).

Persenjataan sekunder 2S19 Msta-S terdiri dari senapan mesin kaliber 12,7mm yang dikendalikan dengan remote yang dipasang di atas atap. Kendaraan juga dilengkapi dengan fitur pengecoh berupa pelontar granat asap.

Turret dan lambung Msta-S berkonfigurasi dari besi baja yang dilas. Konfigurasi ini memberikan perlindungan bagi kru terhadap hantaman proyektil kaliber kecil dan serpihan peluru artileri. Sistem artileri ini dilengkapi dengan perlindungan NBC dan sistem pencegah kebakaran otomatis.

Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S
Artileri Swagerak/Howitzer Self Propelled 2S19 Msta-S
militerbanget.blogspot.com

Chassis model track dari Msta-S menggunakan banyak komponen tank tempur utama T-72 dan T-80. Hull dari kendaraan Msta-S menyerupai T-72 MBT, namun memiliki lapisan pelindung yang lebih tipis. Kendaraan ini ditenagai oleh mesin diesel V-46-6 yang dipasang di belakang, yang menghasilkan daya sebesar 780 hp. Beberapa howitzer dilengkapi dengan mesin diesel V-84A yang lebih kuat, yang menghasilkan daya sebesar 840 hp. Selain itu sistem artileri ini dilengkapi dengan unit daya tambahan, yang mampu memasok daya sekunder pada semua sistem, saat mesin utama dimatikan. 

Howitzer self-propelled Msta-S dilengkapi dengan perlengkapan untuk melintasi genangan air yang cukup dalam. Dengan persiapan sistem artileri ini dapat melintasi genangan air hingga kedalaman 5 m. Kendaraan juga dilengkapi dengan bilah peredam hentakan tembakan (recoil) yang dapat menancap sendiri.

Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S
Artileri Swagerak/Howitzer Self Propelled 2S19 Msta-S
militerbanget.blogspot.com

Varian

  • 2S19M, dilengkapi dengan sistem pengendali penembakan yang terkomputerisasi.
  • 2S19M1, versi ekspor, dilengkapi dengan howitzer 155 mm / L52. Varian ini kompatibel dengan amunisi standar NATO. Jarak tembak maksimum adalah 30 km dengan proyektil standar dan 40 km dengan proyektil dengan tambahan pendorong roket. Varian ini kompatibel dengan amunisi terpandu presisi Krasnopol-155M yang ditingkatkan. Kapasitas amunisi internal jika menggunakan amunisi tipe ini adalah 46 peluru.
  • 2S19M2 versi yang ditingkatkan. Varian ini dioperasikan secara penuh di Angkatan Darat Rusia pada tahun 2013.
  • 2S21 Msta-K adalah versi beroda, berdasarkan sasis truk militer 8x8. Sejumlah purwarupa dibuat, namun sistem artileri ini tidak pernah mencapai tahap produksi.
  • 2S30 Iset 'adalah versi upgrade dari Msta-S dengan tingkat otomatisasi yang lebih tinggi.
  • 2S33 Msta-SM adalah versi upgrade dari Msta-S dengan persenjataan 2A79 baru dengan balistik yang ditingkatkan. Sistem artileri ini memiliki jangkauan lebih dari 40 km. Pada 2016 dilaporkan bahwa kumpulan lebih dari 30 sistem Msta-SM akan dikirimkan ke Angkatan Darat Rusia.
  • 2S35 Koalitsiya-SV, adalah sistem artileri Rusia yang baru. Ini adalah pengembangan lebih lanjut dari Msta-S.
  • Szhatie adalah senjata laser self-propelled, berdasarkan sasis track 2S19. Varian ini mempertahankan turret yang dimodifikasi, namun persenjataan digantikan oleh senjata laser. Tidak pernah mencapai tahap produksi.

Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S
Artileri Swagerak/Howitzer Self Propelled 2S19 Msta-S
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Artileri Swagerak / Howitzer Self Propelled 152mm - 2S19 Msta-S


Asal negara: Uni Soviet
Operasional aktif: 1989
Awak: 5 orang

Dimensi dan berat
Bobot: 42 ton
Panjang (sampai ujung laras meriam): 11,92 m
Panjang lambung: 6,04 m
Lebar: 3,58 m
Tinggi: 2,98 m

Persenjataan
Senjata utama: Meriam kaliber 152mm
Panjang laras: 47 kaliber
Senjata sekunder: 1 x senapan mesin berat kaliber 12,7mm
Berat proyektil: 42,86 - 43,56 kg
Jarak tembak maksimum: 24,7 - 28,9 km
Tingkat tembakan maksimum: 7 - 8 rpm (round per menit)
Elevasi sudut senjata utama: - 3 hingga + 65 derajat
Rotasi turret: 360 derajat

Kapasitas amunisi
Senjata utama: 50 peluru
Senjata sekunder: 300 peluru

Mobilitas
Mesin: V46-6 diesel
Daya mesin: 780 hp
Kecepatan maksimum (jalan raya): 60 km / jam
Jarak jelajah maksimum: 500 km

Kemampuan manuver
Tanjakan maksimum: 60 derajat
Kemiringan samping: 30 derajat
Halangan vertikal: 0,85 m
Halangan parit: 2,8 m
Genangan air: 1,2 m
Genangan air (dengan persiapan): 5 m

Sumber:
Military-today
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Jumat, 20 Maret 2020

Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 155mm - Krab


Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 155mm - Krab
Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com

Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta, Jum'at, 20 Maret 2020

Dalam dunia artileri modern, nama AHS Krab mungkin tidak sepopuler PzH 2000 Jerman atau K9 Thunder Korea Selatan. Namun jangan salah—howitzer swagerak asal Polandia ini adalah contoh sempurna bagaimana sebuah program alutsista yang nyaris “gagal napas” justru bangkit dan membuktikan nilainya di medan perang nyata.

Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 155mm - Krab
Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com

Dari Ambisi Besar ke Jalan Terjal

Program AHS Krab berawal dari kebutuhan Angkatan Darat Polandia akan artileri swagerak modern yang menggunakan amunisi kaliber standar NATO. Dalam kompetisi internasional, desain Krab—yang kala itu melibatkan BAE Land Systems—keluar sebagai pemenang. Target awalnya ambisius: sekitar 130 unit howitzer untuk modernisasi kekuatan artileri nasional.

Namun realitas industri pertahanan jarang berjalan lurus. Pesanan awal yang direncanakan terealisasi pada 2008 justru terhambat oleh skandal korupsi internal di Departemen Pertahanan Polandia. Program melambat, produksi tersendat, dan masa depan Krab sempat terlihat abu-abu. Dari 24 unit yang dipesan, hanya delapan yang berhasil dikirim hingga 2012.
Pada titik ini, Krab bukan hanya diuji secara teknis, tapi juga secara politis dan industrial.

Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 155mm - Krab
Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com

Turret Inggris, Otak Polandia

Salah satu kekuatan utama Krab terletak pada turret-nya, yang nyaris identik dengan turret AS90 Braveheart milik Inggris. Turret ini diproduksi di Polandia berdasarkan lisensi, dan dipersenjatai dengan howitzer 155 mm/L52, sepenuhnya kompatibel dengan amunisi standar NATO.

Dengan sistem pengisian otomatis dan modular, Krab mampu menembakkan:

18 peluru dalam 3 menit (mode cepat)
2 peluru per menit secara berkelanjutan

Jangkauan tembaknya mencapai:
30 km dengan proyektil HE-FRAG standar
40 km dengan amunisi roket atau Excalibur berpemandu

Kapasitas amunisi internal mencapai 60 peluru, menjadikannya platform yang siap bertempur tanpa terlalu bergantung pada kendaraan perbekalan di fase awal pertempuran.

Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 155mm - Krab
Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com

Masalah Sasis dan Solusi Korea Selatan

Masalah terbesar Krab justru datang dari bawah turret: sasis. Awalnya, Krab menggunakan sasis tank PT-91 Twardy dengan mesin diesel S-12U bertenaga 850 hp. Sayangnya, produksi mesin ini dihentikan pada 2012. Upaya mengganti mesin dengan MTU Jerman pun gagal karena masalah kompatibilitas ruang mesin.

Solusinya datang dari Korea Selatan.

Pada 2014, Polandia memutuskan untuk mengadopsi sasis K9 Thunder buatan Korea Selatan—platform yang sudah terbukti andal dan juga menjadi basis howitzer T-155 Firtina Turki. Keputusan ini terbukti krusial. Sasis baru pertama selesai pada 2015, dengan rencana produksi 36 unit di Korea Selatan dan 84 unit di Polandia.

Inilah titik balik Krab: dari proyek bermasalah menjadi sistem tempur matang.

Siap Tempur dan Terbukti di Ukraina

Sejak resmi operasional pada 2016, AHS Krab menjadi tulang punggung artileri Polandia. Konfigurasi satu baterai Krab terdiri dari:
6 unit howitzer Krab
2 kendaraan logistik amunisi (Star 1466 6×6)
Kendaraan pemeliharaan Waran
Kendaraan C3I Azalia

Reputasi Krab melonjak drastis setelah digunakan oleh Angkatan Darat Ukraina dalam perang melawan Rusia. Di medan tempur intens, Krab membuktikan keandalan, akurasi, dan daya tahannya—sebuah validasi yang tidak bisa dibeli dengan brosur pameran alutsista.

Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer Kaliber 155mm - Krab
Artileri Swagerak kaliber 155mm - Krab
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Artileri Swagerak / Self Propelled Howitzer AHS Krab


Jenis: Artileri swagerak
Asal negara: Polandia
Catatan operasional
Operasional aktif: 2016 – sekarang

Negara pengguna (Operator)
Angkatan Darat Polandia
Angkatan Darat Ukraina
Perang Rusia ke Ukraina

Riwayat produksi
Perancang
Huta Stalowa Wola
BAE Systems
Samsung Techwin

Dirancang: Tahun 1997–2016
Pabrikan: Huta Stalowa Wola
Biaya per unit: US$11,45 juta (perkiraan)
Diproduksi: 2008 – sekarang

Spesifikasi
Bobot: 48 ton (47 ton panjang; 53 ton pendek)
Panjang: 12,1 m (39 kaki 8 inci)
Panjang laras: 8,06 m (26 kaki 5 inci) L/52
Lebar: 3,63 m (11 kaki 11 inci)
Tinggi: 3 m (9 kaki 10 inci) ke atap menara
Awak: 5 orang
Kaliber: 155 mm (6,1 inci)
Sudut senjata utama: +70° (1244 mil)/-3,5° (-62 mil)
Rotasi senjata utama: 360° (6400 mil)

Laju tembakan
2 tembakan/menit berkelanjutan
18 tembakan/3 menit cepat

Jangkauan tembak maksimum
base bleed: 30 km (19 mi)
Excalibur: 40 km (25 mil) 
Ptoteksi: Lapisan baja ketebalan max 16 mm (0,63 inci)

Persenjataan utama
1 x Meriam howitzer 155 mm/52 kaliber dengan kapasitas 40 peluru (29 di turret, 11 di lambung)

Persenjataan sekunder
WKM-B .50 BMG

Dapur pacu: Mesin STX / MTU Friedrichshafen MT881Ka-500 Mesin diesel 8 silinder berpendingin air 750 kW (1.000 hp)
Penggerak: Track

Transmisi: 
SNT Dynamics / Allison Transmission X1100-5A3
4 gigi maju, 2 gigi mundur

Suspensi: Unit Suspensi Hidropneumatik (HSU) Mottrol /Horstman

Jangkauan operasional: 400 km (250 mil)

Kecepatan maksimum
60 km/jam (37 mph) di jalan raya
Kecepatan 30 km/jam (19 mph) di luar jalan raya

Kesimpulan

AHS Krab adalah bukti bahwa ketahanan sebuah program alutsista tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tapi juga oleh keputusan strategis yang tepat. Dengan menggabungkan turret Barat, sistem kendali Polandia, dan sasis Korea Selatan, Krab menjelma menjadi howitzer modern yang bukan hanya “siap perang”, tetapi sudah perang—dan selamat.

Sumber:
Military-today
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Kamis, 19 Maret 2020

Pesawat Latih Dasar dan Lanjut / Basic and Advanced Trainer - Yakovlev Yak-130 (Bagian 2)



Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020

(Berikut ini adalah artikel bagian ke II. Artikel bagian 1 dapat dibaca di sini)

Pesawat latih tempur Yak-130 terpilih sebagai pemenang kompetisi pesawat latih tempur Voyenno Vozdushnyye Sily, Angkatan Udara Federasi Rusia, pada bulan April tahun 2002. Pesawat ini juga secara aktif dipasarkan untuk ekspor oleh Yakovlev, perusahaan Irkut, dan oleh Rosoboronexport.

Angkatan Udara Rusia merencanakan pengadaan di masa depan sebanyak 300 unit pesawat Yak-130 yang dapat digunakan sebagai pesawat serang ringan atau sebagai pelatih untuk jajaran pesawat tempur generasi keempat atau kelima. Pesanan ditempatkan untuk 12 pesawat pertama untuk menggantikan Aero Vodochody L-39 Albatros yang sudah menua pada tahun 2002. Pesawat mulai operasional secara aktif di Angkatan Udara Federasi Rusia di bawah kewenangan akademi pelatihan pilot militer di Krasnodar pada Juli 2009 dan dipamerkan pada Airshow MAKS 2009.


Jalur produksi untuk pesawat di Pabrik Penerbangan Sokol di Nizhny Novgorod, yang dikenal sebagai NAZ Sokol, beroperasi penuh dan peluncuran pesawat seri produksi pertama yang berlangsung pada Mei 2003. Serangkaian uji penerbangan dari pesawat versi produksi mulai dilakukan pada April 2004.

Angkatan Udara Rusia memerintahkan pengujian resmi pada bulan Mei 2005. Uji coba lengkap pesawat latih tempur tingkat lanjut, termasuk percobaan manuver spin dan taktik pertempuran, selesai pada bulan Desember 2009 sebelum pengiriman dua pesawat produksi pertama ke Angkatan Udara Rusia.


"Pesawat produksi Yak-130 sedikit berbeda dari demonstran Yak-130D."

Yak-130 pertama yang dipesan oleh Angkatan Udara Rusia menyelesaikan tes penerimaan penerbangannya di Sokol pada Agustus 2009. Angkatan Udara Rusia menerima empat unit tahap pertama dari 12 unit Yak-130 antara Februari 2010 dan April 2010. Lima unit pesawat lain dikirim pada April 2011 .

Pada bulan Desember 2011, Kementerian Pertahanan Rusia memesan ke pabrikan Irkut untuk pengiriman 55 unit pesawat latih tempur Yak-130 pada tahun 2015. Batch pertama dari enam pesawat dikirim ke Angkatan Udara Rusia pada Oktober 2012. Batch kedua dari tiga Yak -130 dikirimkan pada November 2012. Sebanyak 15 pesawat dikirim ke Angkatan Udara Rusia pada 2012.


Angkatan Udara Rusia memulai operasi pelatihan pilot dari pesawat tempur Yak-130 yang baru pada April 2013 namun sebuah pesawat Yak-130 jatuh di dekat Akhtubinsk di wilayah Astrakhan pada April 2014.

Pesawat melakukan penerbangan dengan deretan avionik digital canggih yang dikembangkan oleh KRET pada Juni 2014.


Pesanan dan pengiriman internasional

Pada bulan Maret 2006, diumumkan bahwa Aljazair telah memesan 16 unit pesawat latih Yak-130. Penerbangan pertama Yak-130 yang diproduksi untuk Angkatan Udara Aljazair selesai pada September 2009. Pada September 2011, pilot Aljazair diizinkan untuk melakukan penerbangan solo di pesawat setelah menyelesaikan tiga bulan pelatihan teori dan praktek. Pengiriman selesai pada tahun 2011.

Pada Januari 2010, Angkatan Udara Libya memesan enam unit pesawat Yak-130. Angkatan Udara Vietnam telah memesan delapan unit pesawat Yak-130.


Pada bulan Desember 2010, Menteri Pertahanan Kazakh menandatangani perjanjian dengan mitranya dari Rusia untuk menggunakan Yak-130. Suriah dan Indonesia juga menunjukkan minat pada pesawat latih tempur Yak-130.

Pada Desember 2012, Kementerian Pertahanan Belarusia menandatangani kontrak dengan Irkut untuk pengadaan empat pesawat latih tempur Yak-130. Pengiriman dijadwalkan untuk 2015.


Bangladesh memesan 16 unit Yak-130 pada Januari 2014. Kementerian Pertahanan Rusia menempatkan pesanan untuk pasokan 12 pesawat Yak-130 tambahan pada Februari 2014.

Sebanyak 36 pesawat Yak-130 diperkirakan akan dikirim ke Suriah pada 2016. Rusia juga berencana untuk mengekspor pesawat ke militer Azerbaijan.


Pengembangan Yak-130

Program bersama untuk pengembangan pelatih antara Yakovlev Rusia dan Aermacchi Italia dimulai pada tahun 1993 dan demonstran Yak / AEM-130D pertama kali terbang pada tahun 1996. Pada tahun 1999, kemitraan dibubarkan dan Yakovlev Yak-130 dan Aermacchi M346 menjadi program terpisah .

Pada kuartal kedua 2003, purwarupa Yak-130 telah berhasil menyelesaikan 450 sorti penerbangan, termasuk demonstrasi penerbangan dengan kemampuan manuver tinggi seperti sudut serang terkontrol 42 derajat.


Yak-130 menyelesaikan tahap pertama tes gabungan negara pada bulan April 2009 yang mencakup memasukkan persenjataan dasar. Tiba di Pangkalan Udara Lipetsk pada Februari 2010.

Yak-130 memiliki kemampuan manuver g maksimum +8g hingga -3g dan mampu mengeksekusi manuver penerbangan khusus untuk pesawat tempur operasional dan pengembangan saat ini, termasuk Su-30 , MiG-29 , Mirage , F-15 , F- 16 , Eurofighter , F-22 dan F-35 .

Varian lain dari Yak-130 dipertimbangkan termasuk pesawat latih yang berbasis di kapal induk, pesawat pengintai ringan dan pesawat serang tanpa awak.


Desain pesawat latih tempur

Pesawat produksi Yak-130 sedikit berbeda dari demonstran Yak-130D, dengan bobot lebih ringan, hidung lebih bulat untuk mengakomodasi radar, panjang badan pesawat lebih pendek, dan area sayap bawah.

Yak-130 adalah desain monoplane sapuan sayap dan empennage klasik dan konstruksi paduan ringan dengan permukaan kontrol serat karbon. Pelindung lapis baja Kevlar dipasang pada kompartemen engine, kokpit, dan avionik.

Sayap pengangkat tinggi yang disapu sedang dan bidang ekor rendah semua bergerak memungkinkan pilot untuk memilih sudut serangan yang tinggi. Untuk kinerja lapangan terbang pendek, pesawat ini dilengkapi dengan bilah tepi terkemuka dan flap Fowler tiga posisi.


Flaps Fowler adalah flap terbagi yang bergerak ke belakang dan kemudian ke bawah di jalur untuk memberikan peningkatan besar dalam angkat dan angkat tinggi dan drag untuk manuver pendaratan. Badan pesawat dirancang untuk masa kerja 30 tahun dengan 10.000 jam terbang atau 20.000 pendaratan.
Pesawat Yak 130 dapat dioperasikan dari landasan pacu yang tidak beraspal dan lapangan terbang kecil yang sederhana karena roda pendaratan pesawat dirancang dengan kekuatan dan daya tahan yang tinggi. Sistem kontrol fly-by-wire yang rumit yang dipasang memungkinkan pesawat untuk memiliki fitur sistem kontrol penerbangan otomatis, sistem keselamatan penerbangan aktif, stabilitas pelatihan dan karakteristik pengendalian.


Instrument kokpit serba digital

Pesawat ini memiliki kokpit tandem dua kursi ber-AC dan bertekanan yang dilengkapi dengan NPO Zvezda K-36LT3.5 kursi ejeksi nol-nol. Pilot memiliki pandangan menyeluruh melalui kanopi. Pilot depan memiliki pandangan ke hidung sampai dengan -16 °. Pilot belakang memiliki sudut pandang terendah sampai  -6 °.

Yak-130 adalah pesawat produksi Rusia pertama dengan suite avionik serba digital. Intrument avionik memenuhi Standar Mil 1553 dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

"Pesawat latih tempur Yak-130 dilengkapi dengan persenjataan standar berupa meriam kaliber 30mm GSh-301 atau meriam GSh-23 yang dipasang di bawah badan pesawat."

Pesawat ini memiliki kokpit kaca. Kedua posisi pilot ini kompatibel dengan night vision goggle dan dilengkapi dengan tiga layar kristal cair berwarna berdimensi 6in x 8in yang multifungsi.

Pilot di kokpit depan dapat menggunakan penglihatan yang dipasang helm untuk mencari dan mengunci target. Kokpit dilengkapi dengan komunikasi internal dan eksternal MS dan sistem peringatan suara yang disediakan oleh AA.S. Popov GZAS perusahaan saham gabungan.


Sistem kontrol penerbangan fly-by-wire Avionica digunakan untuk menyesuaikan karakteristik stabilitas dan kemampuan kontrol dan sistem keselamatan penerbangan untuk mensimulasikan sejumlah pesawat seperti MiG-29, Su-27, Su-30, F-15, F- 16, F-18, Mirage 2000, Rafale, Topan dan pejuang masa depan seperti F-35.

Pilot memilih model perangkat lunak dari sistem kontrol pesawat simulasi pada komputer Yak-130 on-board. Pilot dapat memilih model selama penerbangan. Sistem ini dapat disesuaikan untuk memungkinkan pilot kadet memperoleh keterampilan mengendalikan pesawat dengan mudah.

Suite arsitektur terbuka avionik termasuk dua komputer dan multiplexer pertukaran informasi tiga saluran. Suite navigasi termasuk giroskop laser dan pemosisian global GLONASS / NAVSTAR.


Senjata

Pesawat latih tempur Yak-130 dapat mensimulasikan taktik pesawat tempur yang berbeda. Ada satu pylon pada garis tengah badan pesawat dan jumlah pylon pada sayap untuk menempatkan muatan senjata telah ditingkatkan menjadi delapan dengan enam underwing dan dua ujung ujung sayap, meningkatkan bobot muatan tempur menjadi 3.000 kg.

Pesawat ini dapat membawa senjata, tangki bahan bakar yang bisa dilepas, pod pengintai dan berbagai pod peperangan elektronik termasuk pengacau radar dan penangkal inframerah.

Rangkaian avionik arsitektur terbuka yang dipasang pada Yak-130 memungkinkan berbagai sistem senjata barat dan peluru kendali dapat diintegrasikan termasuk AIM-9L Sidewinder, Magic 2 dan AGM-65 Maverick.

Senjata yang cocok termasuk rudal berpemandu laser Vikhr, rudal udara-ke-udara berpemandu inframerah R-73 (sebutan NATO 11-Archer) dan Kh-25 ML (sebutan NAT-10 AS-10 Karen) laser udara-ke-permukaan. -peluru kendali. Pod panduan elektro-optik Platan dipasang di bawah badan pesawat untuk penempatan bom berpemandu KAB-500Kr.

Pesawat ini dilengkapi dengan meriam kaliber 30mm GSh-301 atau meriam pod GSh-23 yang dipasang di bawah badan pesawat. Ini juga dapat menggunakan roket B-8M dan B-18 tanpa pemandu, bom 250kg dan 50kg serta bom curah.


Radar Yak-130

Yak-130 dilengkapi dengan 8GHz ke 12.5GHz Osa atau Oca (Wasp) radar yang dikembangkan oleh NIIP Zhukovsky. Radar memiliki kapasitas untuk melacak delapan target di udara secara bersamaan, secara bersamaan melibatkan empat target di semua sudut dan secara bersamaan melacak dua target darat. Jangkauan deteksi terhadap target penampang 5m² adalah 40 km di arah belakang dan 85km di arah depan. Rentang penguncian untuk operasi dalam mode pelacakan otomatis adalah 65 km.

Radar, yang memiliki bentuk gelombang dan sidelob yang adaptif, memiliki mode pemetaan permukaan yang mencakup pembekuan dan pembesaran gambar pada bidang yang diminati.

Sebuah radar alternatif yang cocok adalah radar Kopyo (Tombak). Pesawat ini juga dapat dilengkapi dengan sistem pencarian inframerah inframerah dan penargetan jalur Platan (Palm Tree).

"Perangkat perang elektronik Yak-130 trainer trainer termasuk dispenser chaff dan flare, penerima peringatan radar dan jammers aktif."


Mesin Turbofan

Pesawat ini memiliki rasio dorong/bobot sekitar 0,85. Demonstrasi ini ditenagai oleh dua mesin turbofan Povazske Strojarne DV-2SM Slovakia, masing-masing memiliki daya dorong 2.200 kg.

Pesawat versi produksi dilengkapi dengan dua mesin turbofan AI-222-25 ekonomi tinggi yang kuat, masing-masing memiliki daya dorong 2.500 kg dan dikembangkan di bawah program Rusia dan Ukraina oleh Motor Sich, Zaporozh'e Progress Design Bureau dan Moscow Salyut Motor Building Enterprise Enterprise. Varian ekspor Yak-130 dapat dipasangkan dengan mesin DV-2SM.

Tangki bahan bakar internal, terdiri dari dua tangki sayap dan tangki pesawat tengah, dengan kapasitas hingga 1.750 kg bahan bakar. Dengan dua tangki bahan bakar tambahan (masing-masing 450l), total beban bahan bakar maksimum adalah 2.650 kg. Pesawat dilengkapi dengan tekanan titik tunggal atau pengisian bahan bakar gravitasi opsional. Pesawat ini dapat dilengkapi dengan probe pengisian bahan bakar dalam penerbangan.

Varian ekspor Yak-130 dapat dipasangkan dengan mesin DV-2SM.

Menurut persyaratan negara pelanggan, pesawat dapat dilengkapi dengan probe pengisian bahan bakar dalam penerbangan.


Sumber:
Versi air technology
Military-today.com
Wikipedia
Beberapa sumber lain

tag: 
#Close Support Vehicle, #Heavy Sniper Rifle/Senapan Runduk Berat, #Heer , #Helicopter, #Helicopter Angkut/Serang, #Helicopter tempur/serang, #Helikopter, #Helikopter Anti Kapal Selam, #Helikopter multi peran, #Helikopter Serang-Tempur, #Kapal Cepat, #Kendaraan Intai/Tempur Ringan, #Kendaraan Serba Guna, #Kendaraan Taktis Lapis Baja, #Kriegsmarine, #Luftwaffe, #MiG, #Pesawat Angkut Berat Jet, #Pesawat Angkut Propeller, #Pesawat Anti Kapal Selam, #Pesawat Anti Tank Propeller, #Pesawat Latih Jet/Basic Training Airplane, #Pesawat pembom berat Jet, #Pesawat Pembom Medium-Propeller, #Pesawat Pembom Propeller, #Pesawat Pembom Ringan Jet, #Pesawat Pembom Strategis, #Pesawat Pembom Tukik Propeller, #Pesawat Pembom/Tempur Jet, #Pesawat serang jet, #Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV), #Pesawat Tempur Jet, #Pesawat Tempur Malam, #Pesawat Tempur Propeller, #Pistol, #Senapan, #Kemarin (Seventeen), #Lily (Alan Walker,K-391 & Emelie Hollow), #Celengan Rindu (Fiersa Besari), #Senorita (Shawn Mendes, Camila Cabello), #Hanya Rindu (Andmesh), #Solo (Jennie), #On My Way (Alan Walker, Sabrina Carpenter & Farruko), #I Love You 3000 (Stephanie Putri), #A Whole New World (ZAYN, Zhavia Ward), #sobat ambyar,  #Didi Kempot, #Santuy, #Halu, #Apa itu, #Bucin, #Berita Viral, #Viral, #Ide Sederhana, #Senapan Serbu, #Pistol Mitraliur/Submachine Gun, #Senapan Serbu Otomatis, #Senapan Serbu Semi Otomatis, #Tank, Tank Amfibi, #Tank Destroyer, #Tank Tempur Super Berat/Super Heavy Tank, #Tank Tempur Berat/Heavy Tank, #Tank Tempur Medium/Medium Tank, #Tank Tempur Ringan/Light Tank, #Tank Tempur Utama/Main Battle Tank, #senjata, #senapan serbu, #amunisi, #peluru, #sniper, #pesawat, #pesawat tempur, #helikopter tempur, #perang, #lapis baja, #pembom, #PUBG, #FF, #PLAYERUNKNOWN'S BATTLEGROUNDS, #Free Fire, #Rules Of Survival, #Rules Of Survival, #Knives Out, #Creative Destruction, #Hopeless Land, #Survivor Royale, #PUBG versi PC, #PUBG Mobile, #PUBG Lite, #PUBG x Resident Evil 2, #IFV, #Kendaraan Tempur Infantri / Infantry fighting vehicle, #ML, #Mobile Legend, #Bazooka, #Proyektil, #Meriam, #Artileri, #peringkat militer dunia 2019, #pangkalan militer pubg, #militer Indonesia 2019, #militer, #TNI, Tentara Nasional Indonesia, #Angkatan Udara, #Angkatan Darat, #Angkatan Laut, Kepolisian, #Polisi, #Polri, #TNI-AU, #TNI-AL, #TNI-AD, #Panser, #Panzer, #military, #wajib militer, #hobby militer, #militermeter, #battle, #Pelontar Granat, #Tembak, #Bayonet, #APC, #IFV