Selasa, 06 Januari 2026

Pesawat Udara Hibrida Kamov Ka-22 Vintokryl, Mesin Terbang Soviet yang Terlalu Maju untuk Zamannya (Bagian Kedua)


Pesawat Udara Hibrida
Kamov Ka-22 Vintokryl
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Selasa, 6 Januari 2025

Sambungan dari bagian Kedua

Rekor Dunia dan Harapan Baru

Penerbangan perdana mesin terbang ini terealisasi pada 15 Agustus 1959 menjadi tonggak penting. Meski dirundung masalah teknis, Ka-22 membuktikan bahwa konsepnya bukan sekadar impian belaka. Dalam serangkaian uji terbang, pesawat hibrida ini mampu memecahkan delapan rekor dunia, sebuah pencapaian yang semakin memperkuat kepercayaan Soviet terhadap keberlangsungan proyek ini.

Ketika Ka-22 dipamerkan pada Hari Penerbangan Moskow 1961, pengamat militer dunia Barat langsung terperangah melihat kehadirannya. Di tengah persaingan teknologi yang sengit, Soviet tampaknya selangkah lebih maju dibanding mereka, setidaknya di atas kertas.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Armored Personnel Carrier / Kendaraan Angkut Personel Lapis Baja - Tipe 60)

Pesawat Udara Hibrida
Kamov Ka-22 Vintokryl
militerbanget.blogspot.com

Harga dari Ambisi

Namun, teknologi yang melampaui zamannya sering kali menuntut harga yang mahal. Ka-22 ternyata sulit dikendalikan, terutama pada saat sistem kendali memasuki fase transisi dari mode helikopter ke mode pesawat. Sistem mekanisnya rumit, dan margin toleransi kesalahan nyaris tidak ada.

Tragedi pun terjadi. Pada tahun 1962 dan 1963, dua kecelakaan fatal merenggut nyawa awak pesawat dan menghancurkan masa depan proyek ini. Apa yang sebelumnya dipandang sebagai simbol kemajuan berubah menjadi pengingat keras akan batas kemampuan teknologi saat itu.

Pesawat Udara Hibrida
Kamov Ka-22 Vintokryl
militerbanget.blogspot.com

Kejatuhan Sang Raksasa

Tanpa dukungan penuh militer dan dihadapkan pada risiko yang tak dapat diterima, program Ka-22 resmi dihentikan pada tahun 1964. Purwarupa yang masih ada segera dibongkar, dan raksasa udara ini menghilang dari langit sebelum sempat menunjukkan potensi penuhnya.
Ka-22 tidak pernah mengangkut pasukan dalam perang, tidak pula menjadi tulang punggung logistik Soviet. Namun, ia meninggalkan warisan yang lebih halus: pelajaran tentang ambisi, keberanian, dan kegagalan.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tempur Biplane / Biplane Figter - Heinkel He 49 He 51)

Pesawat Udara Hibrida
Kamov Ka-22 Vintokryl
militerbanget.blogspot.com

Warisan Perang Dingin

Dalam sejarah penerbangan militer, Kamov Ka-22 berdiri sebagai monumen dari era ketika negara-negara adidaya berani mengambil risiko ekstrem demi merebut keunggulan strategis. Kamov Ka-22 adalah mesin yang lahir terlalu dini, di dunia yang belum siap menerimanya.

Dan mungkin, itulah alasan mengapa Ka-22 tetap dikenang - bukan sebagai keberhasilan, melainkan sebagai eksperimen paling berani yang nyaris mengubah wajah perang modern.

Pesawat Udara Hibrida
Kamov Ka-22 Vintokryl
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Hibrida Kamov Ka-22 Vintokryl (Ka-22)


Karakteristik umum
Kapasitas: 100 penumpang
Panjang: 27 m (88 kaki 7 inci)
Rentang sayap: 22,5 m (73 kaki 10 inci) sayap tetap
Luas sayap: 105 m² (1.130 kaki persegi)
Berat kosong: 28.200 kg (62.170 lb)
Berat kotor: 35.500 kg (78.264 lb) VTO
Berat lepas landas maksimum: 42.500 kg (93.696 lb) STO
Dapur pacu: 2 × mesin turboshaft Soloviev D-25VK, masing-masing memiliki daya 4.045 kW (5.424 hp)
Diameter rotor utama: 2 × 20 m (65 kaki 7 inci)
Luas rotor utama: total 795,2 m² (8.559 kaki persegi)
Propeller: Propeller 4 bilah dengan pitch variabel

Performa
Kecepatan maksimum: 375 km/jam (233 mph, 202 knot)
Jarak jelajah maksimum: 450 km (280 mil, 240 mil laut)
Elevasi operasional maksimum: 5.500 m (18.000 kaki)

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Catatan tambahan: Perang Dingin adalah periode ketegangan politik, ideologi, dan militer antara dua kekuatan besar dunia, yaitu Amerika Serikat beserta sekutunya dan Uni Soviet beserta sekutunya, yang berlangsung dalam kurun waktu 1945 hingga 1991. Perseteruan ini disebut “dingin” karena tidak pernah terjadi perang terbuka secara langsung antara kedua negara adidaya tersebut, melainkan persaingan tidak langsung di berbagai bidang, terutama di bidang spionase.

Perang Dingin terutama dipicu oleh perbedaan ideologi (walaupun sebenarnya dipicu oleh kapitalisme dan ekonomi), di mana Amerika Serikat menganut kapitalisme dan demokrasi, sedangkan Uni Soviet menganut komunisme. Perbedaan ini menyebabkan persaingan dalam pengaruh politik global, kekuatan militer, ekonomi, serta kemajuan teknologi. Kedua pihak saling berlomba memperkuat persenjataan, termasuk senjata nuklir, yang memunculkan ancaman kehancuran besar bagi dunia.

Selain itu, Perang Dingin juga ditandai dengan perang proksi, yaitu konflik bersenjata yang terjadi di negara lain tetapi melibatkan dukungan dari kedua kubu, seperti Perang Korea dan Perang Vietnam. Persaingan juga terjadi dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, misalnya perlombaan luar angkasa.

Perang Dingin berakhir pada tahun 1991 dengan runtuhnya Uni Soviet. Meskipun tidak terjadi perang besar secara langsung, Perang Dingin memberikan dampak besar terhadap hubungan internasional, pembentukan aliansi militer, dan tatanan politik dunia hingga saat ini.

Sumber:
1. History Of Airplane
2. Beberapa sumber lain

Tag:
#Alutsista
#Uni_Soviet
#Pesawat
#Pesawat_Hibrida
#Gyrodyne

Tidak ada komentar:

Posting Komentar