Kamis, 20 Maret 2025

Half-track (Sonderkraftfahrzeug) Sd.Kfz. 251, Kendaraan Lapis Baja Serbaguna Andalan Pasukan Jerman Di Perang Dunia II (Bagian Kelima)


Kendaraan Lapis Baja Sd.Kfz.251
militerbanget.blogspot.com

Beraban, Tabanan, Bali, Kamis, 20 Maret 2025

Alutsista yang satu ini cukup populer di kalangan pengamat alutsista. Sosok lapis baja ini seolah menggambarkan eksistensi dari pasukan infanteri mekanis militer Jerman pada saat Perang Dunia ke II. Reputasi tentang kecepatan manuver serta kehebatan militer Jerman dapat dengan mudah dianalogikan dengan alutsista ini. Supaya artikel ini enak dibaca, silahkan baca artikel yang sudah tayang sebelumnya yang berjudul “Half-track (Sonderkraftfahrzeug) Sd.Kfz. 251, Kendaraan Lapis Baja Serbaguna Andalan Pasukan Jerman Di Perang Dunia II (Bagian Keempat)”, dan ini adalah artikel kelanjutannya:

Untungnya, sebagian besar varian yang dikembangkan hanya dioperasikan sebagai kendaraan pendukung barisan belakang, seperti versi mortir, Sd.Kfz.251/2 mittlerer Schützenpanzerwagen (Granatwerfer), Gerät 892, atau Sd.Kfz.251/1 mittlerer Schützenpanzerwagen (Wurfrahmen 40) yang terkenal yang digunakan setelah tahun 1944 dengan performa yang hebat untuk mengusung peran sebagai relaying radio, koordinasi, ambulans lapis baja, dan observasi artileri.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Berat / Heavy Bomber - Mitsubishi G4M “Betty”")

Kendaraan Lapis Baja Sd.Kfz.251
militerbanget.blogspot.com

Sd.Kfz.251 juga digunakan pada operasi militer di Afrika Utara dalam jumlah terbatas, karena hanya dua Panzerdivisions yang dioperasikan. Kekurangan lain adalah, kendaraan ini hanya dirancang untuk alam di benua Eropa yang dingin, dan tidak dirancang untuk iklim padang pasir yang panas dan gersang. Pada saat kendaraan ini digunakan untuk kampanye militer Jerman di Afrika, tim engineering militer kemudian melakukan modifikasi di lapangan pada kendaraan ini supaya kendaraan ini sesuai untuk iklim padang pasir. Kompartemen yang terbuka di belakang bisa menjadi sangat panas di bawah terik matahari di wilayah ini sehingga biasanya ditambahkan tenda atau tabir dari bahan fabric pada bagian atas, dan semua palka mesin dibuat terbuka untuk meningkatkan proses pendinginan mesin pada saat kendaraan ini bergerak. 

Kendaraan Lapis Baja Sd.Kfz.251
militerbanget.blogspot.com

Sebagian besar varian A, B, C diterjunkan saat kampanye militer di Balkan, Yunani, dan Rusia pada musim panas 1941. Saat itu, sebagian besar Panzerdivision dilengkapi dengan kendaraan ini, setidaknya sebagian. 

Pada saat Operasi Barbarossa dimulai, militer Jerman hanya dilengkapi dengan kurang dari seribu unit kendaraan ini. Produksi kemudian ditingkatkan, tetapi, pada saat yang sama, semakin banyak dari kendaraan ini yang dikonversi untuk kendaraan pendukung dan tujuan khusus dan bukan untuk kendaraan pengakut personel. Akibatnya, Sebagian besar pasukan infantry Jerman masih mengandalkan kendaraan pengangkut lain seperti truk, kereta api, bahkan gerobak yang ditarik kuda. 

Kendaraan Lapis Baja Sd.Kfz.251
militerbanget.blogspot.com

Di Rusia, kondisi di medan pertempuran memaksa tim engineering untuk melakukan banyak modifikasi untuk Panzerdivision. Faktanya, jika hanya 23 versi utama yang secara resmi diketahui oleh Waffenamt, mungkin ada banyak modifikasi di lapangan, dibuktikan pada foto-foto yang menunjukkan kendaraan menggunakan senjata milik lawan yang berhasil dirampas, menggunakan antena non konvensional, atau konversi darurat sebagai kendaraan komando dan observasi.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pesawat Pembom Strategis / Strategic Bomber - Douglas A-3 Skywarrior")

Kendaraan Lapis Baja Sd.Kfz.251
militerbanget.blogspot.com

Di Rusia, kondisi musim dingin menyebabkan mesin tidak selalu dapat bekerja dengan baik atau bahkan tidak dapat dinyalakan sama sekali, dan semua bagian karet cenderung retak dan hancur karena suhu yang sangat dingin. Mobilitasnya secara umum sangat baik, tetapi lumpur tebal dan lengket dari hujan pada musim semi dan musim panas menyebabkan macetnya roda-roda jalan (road 
weel). Lumpur yang terdapat di sela-sela roda jalan yang berkonfigurasi bersisipan dan lumpur ini kemudian mengeras sehingga mengunci roda jalan dan berakibat pada macetnya roda-roda ini. Pada saat diperkenalkannya Ausf.D yang disederhanakan, jumlah produksi meningkat lagi, tetapi kendaraan ini jumlahnya masih kurang untuk Panzergrenadier, karena semakin banyak yang dialihkan untuk kendarangan dukungan tembakan jarak dekat dan pertahanan serangan udara.

Demikianlah artikel yang mengulas tentang kendaraan lapis baja Half-track (Sonderkraftfahrzeug) Sd.Kfz. 251, Kendaraan Lapis Baja Serbaguna Andalan Pasukan Jerman Di Perang Dunia II (Bagian Kelima). Artikel ini akan dilanjutkan ke bagian keenam dengan judul: "Half-track (Sonderkraftfahrzeug) Sd.Kfz. 251, Kendaraan Lapis Baja Serbaguna Andalan Pasukan Jerman Di Perang Dunia II (Bagian Keenam)", semoga artikel ini bisa menghibur bagi rekan-rekan semua.

Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh

Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe

Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. World Armor
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain
Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Kendaraan_Lapis_Baja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar