![]() |
Kendaraan Lapis Baja Sd.Kfz.251 militerbanget.blogspot.com |
Kediri, Tabanan, Bali, Senin, 17 Maret 2025
Alutsista yang satu ini cukup populer di kalangan pengamat alutsista. Sosok lapis baja ini seolah menggambarkan eksistensi dari pasukan infanteri mekanis militer Jerman pada saat Perang Dunia ke II. Reputasi tentang kecepatan manuver serta kedigdayaan militer Jerman dapat dengan mudah dianalogikan dengan alutsista ini. Supaya artikel ini dapat mudah dimengerti, silahkan baca artikel yang sudah tayang sebelumnya yang berjudul “Half-track (Sonderkraftfahrzeug) Sd.Kfz. 251, Kendaraan Lapis Baja Serbaguna Andalan Pasukan Jerman Di Perang Dunia II (Bagian Kedua)”, dan ini adalah artikel kelanjutannya:
![]() |
Kendaraan Lapis Baja Sd.Kfz.251 militerbanget.blogspot.com |
Berat kosong kendaraan ini berada dikisaran 6,8 ton, sedangkan dalam konfigurasi tempur bobotnya menjadi sekitar 7 ton. Bobotnya langsung melonjak drastic menjadi 8,5 ton atau lebih saat kondisi penuh (penambahan bobot dari muatan dan persenjataan). Kendaraan ini memiliki kapasitas muatan sekitar 1,5 ton dan mampu menarik (menderek) beban hingga seberat 2,7 ton, yang berarti bahwa Pak 36 atau meriam otomatis AA 20 mm (0,79 in) dapat diderek bersamaan dengan personel yang dimuat di kompartement penumpang. Total awak yang bisa dibawa adalah 12 personel, terdiri dari pengemudi, komandan peleton, dan sepuluh Panzergrenadier lengkap dengan peralatan mereka.
(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Senapan Serbu / Assault Rifle - Howa Type 89")

Kendaraan Lapis Baja Sd.Kfz.251
militerbanget.blogspot.com
Produksi & evolusi:

militerbanget.blogspot.com
Varian Sd.Kfz.251 Ausf.A dan B
Ausf.A (Ausführung A atau “versi A”) adalah produk yang pertama dari Mittlerer Gepanzerter Mannschaftskraftwagen (Pengangkut personel lapis baja medium). Varian ini muncul pada pertengahan tahun 1939 dan pertama kali dialokasikan untuk Panzergrenadier (pasukan infantry mekanis Jerman pada saat itu) yang tergabung dalam Divisi Panzer ke-1 (ditempatkan di Weimar, selama musim semi tahun 1939), unit Jerman yang paling lengkap perlengkapannya pada saat Jerman memulai kampanye militer ke Polandia. Estimasi angka produksi untuk tahun 1939 hanya 232 unit, dan produksi diasumsikan oleh Hanomag di Hanover, Büssing-NAG dari Berlin Oberschoeneweide, Weserhuette dari Bad Oeynhause, Wumag dari Goerlitz, dan F. Schichau dari Elbing.
Ausf.B muncul pada tahun 1940 dan serupa dalam semua aspek kecuali antena radio yang direlokasi (dari anak tangga ke kompartemen pertempuran belakang), dan dihilangkannya alat bidik penglihatan arah belakang, untuk efesiensi dan mempermudah jalur produksi. Pada akhir tahun 1940, hanya 337 unit yang diproduksi dan didistribusikan ke lapangan. Diperkirakan 500 unit dilibatkan dalam operasi menyerbu Prancis saat Perang Dunia II.
(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: "Pistol Mitraliur / Submachine Gun - Agram 2000")
Varian Ausf.C (diproduksi akhir 1941) juga sangat mirip dengan produk sebelumnya, tetapi sudah diberi penambahan fitur pelat untuk pelindung bagian depan ruang mesin datar yang baru, setebal 14,5 mm (0,57 in), tanpa perangkap akses, diganti dengan lubang sederhana untuk manifold. Penyederhanaan produksi massal minor lainnya termasuk penambahan pintu akses belakang. Modifikasi (perbaikan) juga terjadi pada mesin, dengan dihapuskannya fitur kisi pendingin kap depan dan perangkap akses lateral, diganti dengan kotak ventilasi terbuka yang besar, dan bagian bawah lambung dimodifikasi untuk meningkatkan kapasitas beban kompartemen.
Kotak pelindung knalpot belakang dipindahkan ke belakang, dan knalpot itu sendiri dimodifikasi sepenuhnya. Kaca spion dipindahkan dari celah penglihatan sisi pengemudi ke posisi yang lebih rendah. Lampu depan sekarang dipasang langsung ke sasis dan bemper dilepas dan diganti dengan kait (hook) penarik. Produksi untuk tahun 1941 diperkirakan sebanyak 389 unit kendaraan. Pada saat Perang Dunia berkecamuk, militer mengajukan peningkatan jumlah produksi, tetapi sayangnya pihak produsen tak sanggup memenuhinya, pada tahun 1942 jumlah ini hanya naik menjadi 424 dan sekitar 1200 untuk tahun 1942. Biaya produksi per unit adalah 22.560 DM.
Demikianlah artikel yang mengulas tentang kendaraan lapis baja Half-track (Sonderkraftfahrzeug) Sd.Kfz. 251, Kendaraan Lapis Baja Serbaguna Andalan Pasukan Jerman Di Perang Dunia II (Bagian Ketiga). Artikel ini akan dilanjutkan ke bagian keempat dengan judul: "Half-track (Sonderkraftfahrzeug) Sd.Kfz. 251, Kendaraan Lapis Baja Serbaguna Andalan Pasukan Jerman Di Perang Dunia II (Bagian Keempat)", semoga artikel ini bisa menghibur bagi rekan-rekan semua.
Baca juga berbagai artikel menarik tentang khasiat dan manfaat buah dan sayuran di laman portal receh
Baca juga berbagai artikel menarik tentang fotografi dan juga berbagai hal lain di laman trisoenoe
Baca juga ulasan sekilas dari berbagai artikel menarik tentang alutsista dan fotografi di laman pustaka senjata dan fotografi
Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu
Sumber:
1. World Armor
2. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain
Tag:
#Alutsista
#Jerman
#Kendaraan_Lapis_Baja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar