Pages

Kamis, 26 Desember 2019

Pesawat Pembom Ringan / Light Bomber - Martin Maryland


Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Kemayoran, Jakarta, Kamis, 26 Desember 2019

Asal Usul dan Operasi Awal


Awalnya, pesawat pembom ini dirancang berdasarkan spesifikasi yang diajukan oleh USAAC (United States Army Air Corps), tetapi ternyata pesawat ini tidak dioperasikan oleh Amerika Serikat, dan hanya digunakan oleh Prancis dan Inggris. Pesawat ini dirancang sebagai pesawat pengintai dan pembom, Maryland memperkuat empat skuadron Angkatan Udara Prancis pada saat negara itu diserbu oleh Jerman pada bulan Mei 1940.


Inggris memesan pesawat ini sekaligus mengambil alih pesanan Prancis setelah negara itu diduduki oleh Jerman. Akibatnya, pesawat yang tadinya akan diberikan kepada Prancis harus dirubah agar dapat digunakan oleh RAF. Beberapa label instruksi pada panel-panel pesawat dicopot dan diganti dengan label berbahasa Inggris. Versi awal pesawat ini diberi nama Maryland I oleh RAF, kemudian dilanjutkan dengan versi yang lebih baik dengan mesin yang lebih kuat, Maryland II.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Konstruksi dan Pengadaan


Martin 167 adalah pesawat dengan konstruksi seluruhnya dari logam bermesin ganda, diawaki oleh tiga orang yang terdiri dari pilot, navigator/penembak bom, dan operator radio/penembak. Sebanyak 215 pesawat dijual ke Prancis, dengan semua kecuali 75 dikirim sebelum jatuhnya Prancis pada Juni 1940.

75 unit pesawat yang tersisa diambil alih oleh Inggris, menjadi Maryland MkI. 32 unit pesawat pertama masih dilengkapi spesifikasi Prancis, tetapi 43 unit terakhir sudah memenuhi standar Inggris, termasuk perubahan mesin ke Pratt & Whitney "Twin Wasp". Pesanan ini diikuti oleh 150 unit Maryland MkII, sehingga total 225 pesawat Martin Maryland dioperasikan oleh militer Inggris.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Peran Operasional dan Pertempuran Taranto


Maryland pertama kali dioperasikan oleh Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di Penerbangan No. 431 yang berbasis di Malta pada 6 September 1940 sebagai unit pengintaian. Tiga pesawat pertama yang tiba di Malta dilengkapi dengan kamera vertikal dan berhasil mencoba penerbangan non-stop di atas wilayah pendudukan Prancis.

Peran utama dari Penerbangan No. 431 adalah pengintaian maritim dan fotografi. Pada tanggal 9 Oktober 1940, penerbangan pengintaian dari Malta di atas Taranto dimulai. Hasil pengintaian ini sangat krusial bagi keberhasilan "Operasi Penghakiman" (Pertempuran Taranto) pada malam 11-12 November 1940 yang menggeser keseimbangan kekuatan di Mediterania. Kerusakan pada armada Italia berhasil difoto oleh pesawat Maryland keesokan harinya.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Pada Januari 1941, Penerbangan No.431 menjadi Skuadron No.69 yang berperan penting dalam menenggelamkan kapal-kapal Axis di Mediterania tengah. Total 225 unit Martin Maryland dioperasikan oleh RAF, ditempatkan di front Timur Tengah, dan memperkuat skuadron SAAF (South African Air Force) di Western Desert.

(Baca juga artikel yang sangat menarik yang berjudul: Pesawat Tanpa Awak / Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Piaggio P.1 HH Hammerhead)

Maryland yang berpangkalan di Malta menjadi pesawat pengintai yang berperan penting di wilayah ini dan menjadi pesawat pembom ringan yang efektif pada saat dioperasikan oleh skuadron no. 39 dan No. 223 Desert Air Force. Pesawat ini juga memperkuat empat skuadron South African Air Force di Western Desert.

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Pesawat Pembom Medium / Medium Bomber Martin Maryland Mk II


  • Asal Negara: Amerika Serikat
  • Tipe Pesawat: Pesawat Pembom Ringan 2 Mesin
  • Terbang Perdana: 14 Maret 1939  
  • Kru: Empat Orang (pilot, navigator/juru bom, radio operator/juru tembak bawah, Juru tembak atas)
  • Bobot: 5.090 kg (Kosong), MTOW: 7.631 kg

Dimensi 

  • Panjang Pesawat: 14,22 m 
  • Bentangan sayap: 18,69 m
  • Tinggi: 4.57 m
  • Wing Area: 50,03 m2

Persenjataan 

  • 4 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di sayap (arah tembakan depan)
  • 2 atau 4 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di turret atas
  • 2 X Senapan mesin kaliber 7.7mm di turret bawah
  • Muatan bom sampai dengan 908 kg

Dapur pacu 

  • 2 X mesin Pratt & Whitney 1.200hp R-1830-S3C4G Twin Wasp radial piston engine 

Performa  

  • Kecepatan maksimum: 447 km/jam
  • Ketinggian maksimum: 7.930 m
  • Kecepatan menanjak: 546 m/menit
  • Jarak jelajah maksimum: 1.947 km

Pesawat Pembom Ringan
Light Bomber - Martin Maryland
militerbanget.blogspot.com

Catatan Tambahan: Warisan Martin Maryland


Meskipun Martin Maryland sering kali tertutup oleh popularitas pembom legendaris lainnya seperti B-17 Flying Fortress atau Lancaster, kontribusi pesawat ini dalam teater operasi Mediterania tidak dapat diremehkan. Maryland adalah contoh sempurna dari pesawat yang justru menemukan takdir gemilangnya di tangan operator asing, bukan di negara asalnya. Fleksibilitasnya sebagai pesawat pengintai yang lincah sekaligus pembom ringan menjadikannya "mata dan telinga" Sekutu yang sangat andal di medan perang yang luas dan menantang.

Kisah Martin Maryland mengajarkan kita bahwa efektivitas sebuah senjata tidak selalu ditentukan oleh spesifikasi teknis yang paling unggul di atas kertas, melainkan oleh bagaimana teknologi tersebut diintegrasikan ke dalam doktrin militer yang tepat. Penggunaan kamera vertikal untuk misi pengintaian di atas Taranto, misalnya, membuktikan bahwa inovasi adaptif di lapangan sering kali memberikan keunggulan strategis yang jauh lebih besar daripada sekadar kekuatan daya hancur. Bagi para penggemar sejarah penerbangan, Martin Maryland tetap dikenang sebagai pesawat pekerja keras yang memainkan peran krusial dalam mengubah arah pertempuran di masa-masa sulit Perang Dunia II.

Artikel ini dialihbahasa, diadaptasi, dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:  
PEMBOM, Ensiklopedi Dunia
Francis Crosby (Imperial War Museum Duxford)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar