Pages

Sabtu, 10 April 2021

Senapan Penembak Jitu / Designated marksman rifle - SVD (Bagian 3)


Senapan Penembak Jitu
Designated Marksman Rifle - SVD Dragunov
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Sabtu, 10 April 2021

(sambungan dari artikel sebelumnya dengan judul: "Senapan Penembak Jitu / Designated marksman rifle - SVD (Bagian 2)")

Sistem Optik dan Kemampuan Bidik


Senapan ini dilengkapi dengan alat bidik teropong optik PSO-1. Teropong ini memiliki pembesaran object hingga 4x. Pola reticle scope mudah digunakan dan membuat estimasi jarak tembak yang cepat dan cukup akurat tanpa perlu perhitungan matematis yang rumit seperti pada senapan sniper murni. 

Selain itu terdapat alat bidik cadangan dari logam. Jarak bidik efektif berada pada kisaran 1.300 meter dengan teropong optik dan 1.200 meter dengan alat bidik cadangan dari logam. 

Senapan Penembak Jitu
Designated Marksman Rifle - SVD Dragunov
militerbanget.blogspot.com

Teropong optik dipasang pada sisi samping dan tidak menghalangi alat bidik logam. Jadi penembak bisa menggunakan alat bidik apa saja dan kapan saja tergantung dari kondisi dilapangan. Jarak tembak efektif menggunakan alat bidik logam biasanya berada pada kisaran 800 meter. 

Namun dianggap normal, bahwa pada kisaran jarak tembak efektif, hanya ada 1 dari 8 tembakan yang dapat mengenai target berukuran tubuh manusia. SVD biasanya digunakan pada jarak tembak maksimum hingga 600 meter. Pada tahun 1985, rekor penembakan terjauh dibuat pada saat Perang Soviet di Afghanistan dari jarak 1.350 meter menggunakan senapan SVD.

Pisau atau bayonet juga dapat dipasangkan pada senapan ini (walaupun bukan standar baku). Sebenarnya, bayonet adalah fitur "standar" yang tidak biasa pada senjata sniper, dan entah, apakah memang perlu atau tidak dalam pertempuran jarak jauh.

Senapan Penembak Jitu
Designated Marksman Rifle - SVD Dragunov
militerbanget.blogspot.com

Varian dan Evolusi SVD


  • SVDN adalah varian dilengkapi dengan alat bantu penglihatan malam.
  • SVDS varian yang memiliki laras yang lebih pendek dengan flash hider tipe baru dan popor yang dapat dilipat ke samping. Varian ini dikembangkan pada awal 1990-an untuk pasukan lintas udara. Senapan ini memiliki furnitur polimer. Juga memiliki sedikit mekanisme internal yang lebih baik. 
  • SVDSN ini adalah versi yang bisa digunakan untuk malam hari, yang dilengkapi dengan alat bantu penglihatan malam hari.
  • SVU, merupakan versi SVD dengan konfigurasi bullpup dengan laras yang lebih pendek. Alhasil senjata ini jauh lebih kompak. Tetapi jangkauan efektifnya hanya sekitar 400 meter. Varian ini dikembangkan pada akhir 1970 untuk pasukan lintas udara Uni Soviet. Varian ini diadopsi pada tahun 1994 oleh pasukan penegak hukum sebagai senjata untuk pertempuran perkotaan. Varian ini diproduksi hanya dalam jumlah kecil.
  • SVD-M, Ini adalah varian produksi saat ini dari SVD. Ini memiliki furnitur polimer hitam.
  • Tipe 79, versi SVD yang diproduksi dengan lisensi di Cina. Ada juga Tipe 85 yang dimodernisasi. Kedua senapan ini digunakan oleh militer Cina, unit paramiliter dan pasukan penegak hukum. Cina mengembangkan sejumlah klon komersial dari SVD.
  • SWD-M, merupakan varian dari Polandia yang disempurnakan dengan heavy barrel dan bipod yang dapat dilepas. Varian ini menggunakan teropong dengan pembesaran 6x. Senapan ini digunakan militer Polandia pada tahun 1998.
  • Al Kadesih. Ini adalah hibrida buatan Irak, yang merupakan kombinasi antara SVD dan PSL Rumania. Meskipun penampilannya menyerupai SVD, tipe ini memiliki sejumlah perbedaan dibanding SVD versi asli.

Senapan Penembak Jitu
Designated Marksman Rifle - SVD Dragunov
militerbanget.blogspot.com

Spesifikasi Senapan Penembak Jitu / Designated Marksman Rifle - SVD Dragunov

  • Asal Negara: Uni Soviet
  • Operasional aktif: 1963
  • Kaliber peluru: 7.62x54 mmR
  • Bobot (kosong, dengan teropong): 4,3 kg
  • Panjang: 1.225 mm
  • Panjang laras: 620 mm
  • vo meninggalkan laras: 830 m/s
  • Kapasitas magasen: 10 peluru
  • Jarak bidik efektif: 1.300 m
  • Jarak tembak efektif: 800 m

Artikel ini diadaptasi dan ditulis ulang oleh: Tuntas Trisunu

Sumber: 
Military-today
Wikipedia
Beberapa sumber lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar