Pages

Senin, 02 November 2020

Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara


Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Ciledug, Tangerang Kota, Banten, Senin, 2 November 2020

Salah satu media Amerika Serikat menulis sebuah artikel yang menarik, yaitu; Su-34 adalah salah satu pesawat pembom tempur terbaik yang dimiliki oleh Rusia.

Belum lama ini, The National Interest menerbitkan sebuah artikel dengan tajuk “Pesawat Pembom Tempur Su-34 Melegenda karena Satu Alasan Sederhana.” Tanpa bertele-tele, sang penulis artikel dengan gamblang menjabarkan alasannya sebagai berikut, “Pesawat ini dapat dengan mudah mencapai tujuannya ke mana saja dan kapan saja.”

Si penulis artikel ini, Caleb Larson, mengatakan, Su-34 adalah salah satu pesawat pembom tempur terbaik yang dimiliki oleh militer Rusia.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Jet Pembom dengan Cita Rasa Hotel: Rahasia Toilet dan Dapur di Kokpit Su-34


Masih dalam artikel tersebut, Larson memaparkan sejumlah keunggulan pesawat tersebut, seperti kokpitnya yang besar dan luas (pilot bahkan bisa berdiri tegak di dalamnya). Dan yang lebih “aneh” adalah, kokpit pesawat juga dilengkapi toilet dan dapur kecil.

Kabin atau “cangkang” kokpit terbuat dari material baja dengan tambahan proteksi berupa lapisan titanium. Dengan proteksi seperti ini, pilot akan terlindung dari tembakan senjata api dan senjata anti pesawat level ringan. Berbagai komponen lain yang bersifat vital pada pesawat ini juga dilindungi dengan lapisan baja.

Pesawat Su-34 (Rusia: Сухой Су-34; NATO memberikan kode untuk pesawat ini sebagai “Fullback”) ini memiliki 12 pylon atau cantelan di sayap dan juga di badan yang dapat digunakan untuk membawa berbagai jenis persenjataan, seperti bom, roket, dan lainnya. Pesawat ini juga dilengkapi dengan meriam kaliber 30mm yang mumpuni untuk melumat sasaran darat dan juga mematikan untuk dogfight jarak dekat.

Tak hanya itu, Larson juga memberikan perhatian pada bodi Su-34 yang unik. Karena bentuk moncongnya yang agak ceper seperti paruh bebek, Su-34 dijuluki Platipus.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Di Balik Desain Unik Su-34: Penggabungan Sempurna Bomber dan Fighter


Pesawat Su-34 secara design merupakan kombinasi kekuatan sebuah bomber yang memiliki muatan persenjataan yang besar dan daya jelajah yang tinggi dengan kemampuan manuver sebuah pesawat tempur yang luar biasa. Kelebihan ini sebagian besar dicapai karena pesawat itu menerapkan konsep three-surface design.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Sengatan dari Belakang: Fungsi Rahasia Ekor Raksasa Si Paruh Bebek


Salah satu fitur yang paling mencolok pada Su-34 adalah bentuk ekornya. Ekor pesawat yang besar dapat menampung parasut untuk membantu pengereman, mesin tambahan, bahan bakar cadangan, dan antena radar belakang yang bisa memperingatkan pilot jika sewaktu-waktu pesawat ini dalam kuncian rudal lawan.

Pada bagian akhir artikel, Caleb Larson menyimpulkan bahwa, walaupun pesawat ini tidak dilengkapi dengan teknologi siluman, Su-34 tetap merupakan lawan sepadan bagi pesawat-pesawat tempur generasi ke-4++ dan militer Rusia jelas tak akan memensiunkan pesawat ini dalam waktu dekat.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

Lembar Data Tempur: Spesifikasi dan Persenjataan Sukhoi Su-34
 Sukhoi Su-34 (Сухой Су-34, kode NATO "Fullback")


Tipe: Pesawat Pembom Tempur
Terbang perdana: 13 April 1990
Diperkenalkan pada publik: 4 Januari 2007
Status: Produksi
Pengguna utama: Angkatan Udara Rusia
Jumlah produksi: 22 unit
15 seri
7 purwarupa
Harga satuan: US$36 juta
Acuan dasar: Su-27

Karakteristik umum
Awak pesawat: 2 orang
Panjang: 23.34 m
Rentang sayap: 14.7 m
Tinggi: 6.09 m
Berat isi: 39,000 kg
Kapasitas angkut persenjataan: 8,000 kg
Berat maksimum saat lepas landas: 45,100 kg

Dapur pacu: 2 × Mesin Lyulka AL-35F turbofans, 137.2 kN with afterburner masing-masing

Kinerja/Performa
  • Kecepatan maksimum
  • Elevasi tinggi: Mach 1.8 (1,900 km/h, 1,180 mph)
  • Elevasi rendah: Mach 1.2 (1,400 km/h, 870 mph) at sea level
  • Radius tempur: 1,100 km (680 mi)
  • Jarak jelajah maksimum: 4,000 km (2,490 mi)
  • Ketinggian operasional maksimum: 15,000 m
  • Beban sayap: 629 kg/m²
  • Rasio daya dorong/berat: 0.68

Persenjataan


Persenjataan standar (Tetap):
  • 1 × 30mm Gryazev-Shipunov GSh-30-1 (9A-4071K) cannon, kapasitas 150 peluru

Senjata pertahanan diantaranya: 
  • R-27 Alamo
  • R-73 Archer
  • R-77 Adder series
Keseluruhan rudal di atas dipandu dengan radar PESA yang memiliki kemampuan untuk melacak hingga sepuluh target dan secara bersamaan mengunci serta menembak empat diantaranya dengan tembakan rudal BVR.

Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34 Si “Paruh Bebek” Penebar Maut Di Udara milik Rusia
Pesawat Pembom-Tempur Sukhoi Su-34
militerbanget.blogspot.com

10 cantelan (hardpoint) di sayap dan dua di badan pesawat untuk persenjataan hingga 8.000 kg (17.630 lb), termasuk:
  • Kh-29L / T 
  • Kh-25MT / ML 
  • Kh-25MP 
  • Kh-36 
  • Kh-38 
  • Kh-41 
  • Kh-59M
  • Kh-58 
  • Kh-31P 
  • Kh-35 Ural 
  • Kh-41 
  • Kh-65S 
  • Kh-SD 
  • 2 Moskit 
  • 3 × Jachont air-to-ground missiles 
  • KAB-500L / KR atau KAB-1500L guide bombs 
  • Bom jatuh bebas (tanpa pemandu) 
  • Pod roket B-8 dengan roket S-8 20 × 80 mm 
  • Pod roket B-13 dengan roket S-13 5 × 122 mm 
  • Pod roket O-25 dengan roket S-25 1 × 340 mm 
  • Tangki bahan bakar eksternal 
  • EW- dan pod pengintai

Artikel asli berjudul: “The National Interest: Su-34 Pesawat Legendaris”. Ditulis oleh Fauzan Al-Rasyid.

Artikel ini telah tayang di laman id.rbth.com. Tulisan asli dapat dibaca di sini.

Artikel ditulis ulang dan disempurnakan oleh: Tuntas Trisunu

Sumber:
1. Wikipedia
3. Beberapa sumber lain